April 2008 menjadi bulan yang cukup berkesan bagi saya karena mendapatkan kesempatan untuk melakukan business trip ke Sydney, Australia, selama seminggu. Ini adalah perjalanan bisnis pertama saya ke benua Australia, jadi selain mempersiapkan presentasi dan meeting, saya juga bertekad untuk mengeksplorasi kota sepuasnya di sela-sela jadwal kerja.

Di hari pertama, setelah check-in di hotel, saya langsung menyempatkan diri ke Sydney Opera House. Bangunan ikonik ini jauh lebih menakjubkan secara langsung dibandingkan gambar yang pernah saya lihat. Saya duduk di tanggul dekat pelabuhan, menikmati pemandangan kapal feri berlalu-lalang dan langit yang berubah warna saat matahari terbenam.

Malam harinya, saya kembali ke Opera House untuk melihatnya dalam balutan lampu. Suasana jauh lebih romantis dengan gemerlap cahaya dari Harbour Bridge dan gedung-gedung di sekitarnya. Saya mampir ke sebuah kafe kecil di Circular Quay, menikmati flat white sambil merencanakan eksplorasi keesokan hari.

Akhir Pekan: Bondi Beach dan Petualangan Pantai
Akhir pekan tiba, dan saya memutuskan untuk mengunjungi Bondi Beach. Pantai ini terkenal dengan ombaknya yang cocok untuk surfing dan pasir putihnya yang luas. Saya hanya duduk di tepi pantai, menikmati matahari dan melihat para peselancar yang begitu mahir mengarungi ombak.

Saya juga sempat berjalan menyusuri Bondi to Coogee Coastal Walk, jalur trekking tepi pantai dengan pemandangan tebing dan laut biru yang memesona.

Pulang dengan Kenangan Manis
Perjalanan bisnis ini tidak hanya sukses secara profesional, tapi juga memberi saya pengalaman tak terlupakan menjelajahi Sydney. Dari kemegahan Opera House di malam hari hingga ketenangan Bondi Beach di akhir pekan, setiap momen terasa spesial.

Sampai sekarang, setiap melihat foto-foto dari trip itu, saya selalu teringat pada angin sepoi-sepoi Sydney, aroma garam di Bondi, dan gemerlap lampu yang memantul di air pelabuhan. Mungkin suatu hari nanti, saya bisa kembali lagi—tidak hanya untuk bisnis, tapi juga untuk petualangan baru.