3 Hari di Surga Bumi Jiuzhaigou: Petualangan Magis di Danau Pelangi sampai Kuda Tibet

Hari 1: Masuk Surga Dunia Jiuzhaigou
Perjalanan kami dimulai dengan penerbangan 3 jam yang sedikit bergoyang dari Guangzhou ke Bandara Huanglong. Untungnya, turbulensi itu terbayar lunas dengan pemandangan gunung salju megah dari jendela pesawat!

Dari bandara, kami langsung meluncur ke hotel kami di daerah Jiuzhaigou dengan naik minibus seharga RMB 45/orang, tapi harus rela pindah taksi gratis di tengah jalan.

Hotel tempat kami menginap :

QianHe International Hotel

Jiuzhaigou benar-benar bikin kami speechless! Tempat ini punya segalanya:

  • Danau Five-Color Pond yang airnya berkilau seperti pelangi
  • Pearl Shoal dimana air terjunnya berkilauan seperti mutiara
  • Mirror Pond yang permukaannya sehalus kaca saat cuaca cerah

Yang paling menarik, kami belajar kalau ikan-ikan disini dianggap suci oleh warga Tibet.

Mereka percaya ikan-ikan itu membawa arwah anak-anak yang dikubur di air. Makanya, gak ada yang berani makan ikan disini!

Hari 2: Petualangan Berkuda ke Desa Tibet
Keesokan harinya, kami mencoba pengalaman baru: naik kuda keliling desa Tibet! Cuma bayar RMB 100/orang untuk 1 jam, kami diajak menjelajahi bukit-bukit dengan hamparan salju dan pemukiman warga setempat.

  • Melihat langsung rumah-rumah tradisional Tibet dengan bendera doa warna-warni. Ketika kami memasuki perkampungan Tibet di Jiuzhaigou, pemandangan pertama yang menyambut adalah ribuan bendera kecil berwarna biru, putih, merah, hijau, dan kuning yang berkibar-kibar seperti kupu-kupu raksasa di antara rumah-rumah batu, atap-atap emas kuil, dan puncak pegunungan bersalju.

Makna di Balik Warna-Warni yang Sakral

Pemandu lokal kami, menjelaskan filosofi menakjubkan di balik bendera doa (Lungta dalam bahasa Tibet):

  • Biru = Langit dan kedamaian abadi
  • Putih = Udara dan kemurnian hati
  • Merah = Api dan energi kehidupan
  • Hijau = Air dan harmoni alam
  • Kuning = Tanah dan kebijaksanaan

“Lima warna ini mewakili lima elemen pembentuk alam semesta

  • Belajar tentang kehidupan sehari-hari masyarakat lokal
  • Tahu fakta unik bahwa Yak adalah “supermarket berjalan” bagi orang Tibet (susu, daging, wol, sampai angkutan barang!)

Perjumpaan Tak Terduga dengan Sang Raksasa Lembut: Yak di Tengah Salju

Hari itu, dengan hamparan salju putih yang menyelimuti desa Tibet. Kuda-kuda kecil kami berjalan pelan, menginjak salju yang berderak, ketika tiba-tiba—seekor yak raksasa muncul dari balik kabut pagi!

Kami membeku. Makhluk berbulu hitam lebat itu berdiri anggun di tengah padang salju, napasnya membentuk awan kecil di udara dingin.

Bahasa Tubuh Unik: Ketika yak mengibaskan ekornya, pemandu kami buru-buru menarik kuda kami mundur. “Itu tanda dia sedang tidak mood!”

Fakta Mengejutkan: Kami baru tahu bulu yak tidak pernah basah—salju yang menempel langsung menggelinding jatuh berkat minyak alami di bulunya.

Ketika kami melanjutkan perjalanan, kabut turun perlahan menyembunyikan sosok-sosok yak yang berjalan anggun. Dalam dinginnya pegunungan Sichuan, kami baru saja bertemu dengan simbol ketahanan dan kemurnian Tibet

Hari 3: Menjelajahi Keindahan Jiuzhaigou Lebih Dalam

Kembali lagi ke surga dunia! Hari ketiga kami di Jiuzhaigou kami dedikasikan untuk mengeksplorasi area-area menakjubkan yang kemarin belum sempat dikunjungi.

1. Long Lake (Changhai) – Permata Biru di Puncak Jiuzhaigou

Sebagai danau tertinggi dan terbesar di Jiuzhaigou (3.100 mdpl), Long Lake menawarkan pemandangan alam dramatis yang berbeda dari area lain di taman nasional ini.

  • Warna Air: Biru kobalt dengan gradasi pirus di tepian
  • Fenomena Aneh: Tidak pernah beku total meski suhu -20°C
🏔 Legenda Lokal

Penduduk Tibet percaya danau ini adalah “Kaca Raksasa” yang dijatuhkan dewa gunung. Airnya dianggap suci – banyak peziarah membawa botol kecil untuk dibawa pulang.

Lokasi Penyewaan Baju Adat di Long Lake

📍 Tempat:

  • Kios kecil di area parkir shuttle bus Long Lake (tepi danau)
  • Dibuka pukul 08:30-16:00 (musim turis)

2. Nuorilang Waterfall – Mahakarya Alam Spektakuler
Pertama kami menuju Nuorilang Waterfall, air terjun terlebar di Jiuzhaigou dengan ketinggian 20 meter dan lebar 320 meter! Di pagi hari, kabut tipis menyelimuti air terjun ini menciptakan pemandangan seperti lukisan.

3. Five-Flower Lake (Wuhua Hai) – Danau Pelangi
Inilah mahkota Jiuzhaigou! Danau ini memiliki kedalaman hanya 5 meter tapi airnya begitu jernih sampai dasar danau terlihat jelas. Yang membuatnya spesial adalah warna airnya yang berlapis-lapis: biru safir, hijau zamrud, dan kuning keemasan.

  • Fenomena unik: Pohon-pohon tumbang di dasar danau terawetkan sempurna oleh mineral air
  • Tips: Datang saat matahari tepat di atas kepala (siang hari) untuk melihat warna paling vivid
  • Legenda lokal: Konon ini adalah tempat dewa-dewa Tibet mandi

4. Panda Lake – Habitat Para Raksasa Lembut
Meski namanya Panda Lake, jangan berharap melihat panda di sini! Nama ini berasal dari batu-batu putih besar di dasar danau yang bentuknya mirip panda.

Yang spesial dari tempat ini:

  • Airnya berwarna biru cobalt menyala karena kandungan kalsium karbonat
  • Di sekeliling danau tumbuh bambu-bambu liar, makanan favorit panda

5. Shuzheng Village – Menyentuh Kehidupan Lokal
Di penghujung hari, kami mampir ke Desa Shuzheng, permukiman Tibet tradisional di dalam kawasan Jiuzhaigou.

Yang bisa dilakukan di sini:

  • Melihat proses pembuatan thangka (lukisan religius Tibet)
  • Melihat proses pembuatan tsampa (roti barley khas Tibet) dan yak butter tea
  • Berfoto dengan chorten (stupa Tibet) warna-warni, stupa khas Tibet yang penuh makna spiritual

Peta Jiuzhagou National Park:

Tinggalkan komentar