Beberapa bulan lalu, saya memutuskan untuk melakukan perjalanan sehari penuh (day trip) ke Fujian Tulou dari Xiamen dengan menyewa taksi. Berikut cerita lengkap pengalaman saya:
- Sewa Taksi Harian: Saya memilih menyewa taksi privat untuk sehari. Harganya sekitar 800 RMB (tergantung tawar-menawar dan jarak).
- Rute: Dari pusat Xiamen (saya berangkat dari dekat Zhongshan Road) menuju Hongkeng Tulou Cluster di Yongding (±180 km, ±3 jam perjalanan).

Tiba di Tianluokeng Tulou Cluster (田螺坑土楼群)
Tiba Pukul 10.30: Langsung beli tiket masuk (100 RMB) yang mencakup 5 Tulou utama (“Four Dishes and One Soup”).

Dari viewpoint atas, lima Tulou megah berbentuk “empat piring dan satu sup” terpampang jelas. Saya turun ke desa, menyusuri lorong-lorong batu di antara Tulou berusia ratusan tahun.
Tianluokeng Tulou Cluster adalah salah satu kelompok Tulou paling ikonik di Fujian, terkenal dengan formasi uniknya yang dijuluki “Four Dishes and One Soup” (四菜一汤)—sebuah metafora untuk satu Tulou persegi di tengah dikelilingi empat Tulou bundar, menyerupai hidangan tradisional Tiongkok.

Lokasi: Desa Tianluokeng, Nanjing County (±160 km dari Xiamen).
Sejarah:
- Dibangun oleh: Suku Hakka yang bermigrasi dari China utara pada abad ke-17–18 (Dinasti Ming akhir hingga Qing awal).
- Fungsi awal: Benteng pertahanan melawan perampok dan konflik antar-klan, sekaligus tempat tinggal komunitas keluarga besar.

Tulou Terkenal di Tianluokeng:
- Buyun Lou (步云楼):
- Tulou bundar tertua di sini (1796).
- Nama berarti “Menapak Awan” karena lokasinya di ketinggian.

- Stepokeng Lou (文昌楼) – “One Soup”
- Bentuk: Persegi panjang (satu-satunya di cluster ini).
- Dulunya sekolah untuk anak-anak Hakka.
- Tahun dibangun: 1966 (paling muda).

Tianluokeng bukan hanya tentang arsitektur, tapi juga kisah ketahanan komunitas Hakka yang bertahan ratusan tahun.

Tak terasa waktu sudah pukul 3 sore dan sopir taxi masih setia menunggu di parkiran.
Di perjalanan kembali, kabut mulai turun di pegunungan. Lalu lintas di pinggiran Xiamen mulai padat ketika matahari sore menyala jingga. Mobil kami terjebak di antrean dan tepat pukul 6.30 sore, taksi merah maroon itu berhenti di depan hotel.