Perjalanan Menakjubkan dari Bali ke Labuan Bajo – September 2014
Pada September 2014, kami berdua memulai petualangan lanjutan dari Bali menuju Labuan Bajo dengan menaiki pesawat Garuda Indonesia yang masih menggunakan baling-baling. Perjalanan udara yang singkat namun memukau dengan pemandangan laut dan pulau-pulau kecil di bawahnya memberi kesan pertama yang tak terlupakan.
Hari Pertama: Tiba di Sylvia Resort Komodo & Jelajah Labuan Bajo
Setelah mendarat di Bandara Komodo, kami langsung menuju Sylvia Resort Komodo untuk check-in.
Resort ini nyaman dengan pemandangan laut yang menenangkan. Hari pertama kami di Labuan Bajo belum juga panas benar ketika kami memutuskan untuk menyambangi Gua Batu Cermin. Setelah menikmati kopi Flores di lobi Sylvia Resort, kami menyewa mobil dan berangkat menuju gua misterius yang sering disebut-sebut sebagai “hidden gem” ini, sebuah gua unik dengan dinding-dinding yang memantulkan cahaya seperti cermin. Pengalaman masuk ke dalam gua yang gelap namun dipenuhi dengan kilauan alami sungguh memesona.

Pintu masuk gua ternyata lebih kecil dari yang kami bayangkan—hanya selebar badan orang dewasa. Kadang kami harus merunduk hampir 90 derajat untuk masuk. Senter di tangan kami menyapu dinding-dinding gua, memperlihatkan lapisan-lapisan batuan yang berkilauan.

Sore harinya, kami menjelajahi kota Labuan Bajo yang masih cukup sederhana namun penuh charm. Tak lupa, kami menyantap hidangan laut segar di salah satu warung makan tepi pantai.

Rasanya luar biasa! Kami juga menyempatkan diri mencari boat untuk trip ke Pulau Komodo besok. Setelah negosiasi, kami memilih paket seharga Rp650.000 per orang, termasuk transportasi, makan, dan snorkeling.

Hari Kedua: Petualangan ke Pulau Komodo & Pink Beach
Pagi-pagi sekali, kami sudah berada di pelabuhan Labuan Bajo untuk memulai perjalanan ke Pulau Komodo. Yang mengejutkan, hari itu hanya ada 3 peserta termasuk kami berdua, jadi trip terasa sangat privat dan eksklusif!

Sesampainya di Pulau Komodo, kami membayar tiket foto sebesar Rp50.000 (wajib untuk pengunjung yang ingin mengambil gambar dengan latar komodo).

Dengan ditemani ranger yang berpengalaman, kami berjalan menyusuri pulau sambil melihat komodo-komodo liar dari jarak aman.

Sensasi bertemu hewan purba ini langsung di habitatnya sungguh menegangkan sekaligus mengagumkan!

Setelah puas melihat komodo-komodo purba berkeliaran di area bawah, ranger kami membawa kami mendaki bukit tinggi di Pulau Komodo, Sulphurea Hill yang terkenal dengan pemandangan panoramanya. Meski sempat ragu karena cuaca cukup terik, kami memutuskan untuk mencobanya – dan ternyata, ini menjadi salah satu momen paling epic dalam perjalanan!

Jalur pendakiannya tidak terlalu panjang, tetapi cukup menanjak dan berbatu. Di beberapa titik, kami harus berhati-hati karena tanahnya agak licin dan terkadang berdebu. Namun, ranger selalu sigap membantu dan memberi tahu spot-spot terbaik untuk beristirahat.

Saat sampai di puncak bukit, semua lelah langsung terbayar lunas. Dari ketinggian, kami disuguhi pemandangan 360° Pulau Komodo dan lautan biru yang membentang luas. Hamparan savana kering dengan pohon-pohon lontar yang khas, dikelilingi perairan turquoise, membuat pemandangan ini terasa seperti adegan di film Jurassic Park!

Setelah puas menjelajah, kami kembali ke kapal dan berlayar menuju Pink Beach. Pantai dengan pasir kemerahan ini sangat indah! Kami snorkeling di perairan jernihnya dan melihat terumbu karang yang masih sangat terjaga. Tak lupa, kami mendaki bukit kecil di sekitar pantai untuk menikmati pemandangan laut dari ketinggian.

Menjelang sore, kapal kami kembali ke Labuan Bajo. Kami sempat menyaksikan matahari terbenam yang spektakuler sebelum mendarat.

Untuk makan malam, kami kembali menyantap hidangan laut lezat, saat hari sudah mulai gelap kami memutuskan untuk menjelajahi Wisata Kuliner Kampung Ujung.

Kawasan ini adalah sebuah spot makan murah meriah di ujung Labuan Bajo yang direkomendasikan sopir mobil kami, sambil mengakhiri hari dengan kepuasan luar biasa.

Hari Ketiga: Menikmati Akhir Petualangan dengan Santai di Sylvia Resort Komodo
Hari terakhir kami di Labuan Bajo dimulai dengan pagi yang tenang sebelum check-out dari Sylvia Resort Komodo. Tidak ingin terburu-buru, kami memutuskan untuk menikmati fasilitas hotel dan eksplorasi terakhir di sekitar resort.

Kami menyantap sarapan ala resort dengan latar pemandangan teluk Labuan Bajo yang biru. Suasana santai dengan angin sepoi-sepoi membuat pagi itu terasa sempurna. Setelah sarapan, kami masih punya waktu beberapa jam sebelum jadwal check-out, jadi kami memanfaatkannya untuk mengeksplorasi area sekitar resort.

Mendaki Bukit Kecil di Samping Hotel
Di belakang resort, ada sebuah bukit kecil yang bisa didaki dalam 15-20 menit. Medannya tidak terlalu curam, tapi cukup memberi tantangan untuk memompa adrenalin di pagi hari. Saat sampai di puncak, kami disuguhi pemandangan panorama teluk dan perbukitan Labuan Bajo dari ketinggian.

Setelah turun dari bukit, kami langsung menuju pantai depan resort untuk mencoba aktivitas kayaking. Airnya sangat jernih dan tenang, sempurna untuk mengayuh perlahan sambil menikmati pemandangan bawah laut yang terlihat dari atas kayak.

Kesan Perjalanan
Trip singkat 3 hari ini penuh dengan petualangan seru, mulai dari eksplorasi gua, bertemu komodo, snorkeling di Pink Beach, kayaking di pantai, hingga kuliner seafood yang menggugah selera. Labuan Bajo masih sangat alami dan tidak terlalu ramai, membuat pengalaman kami terasa lebih autentik.
Sampai sekarang, kenangan naik pesawat baling-baling Garuda, trekking di Pulau Komodo, dan keindahan bawah laut Pink Beach masih membekas kuat. Jika ada kesempatan, kami pasti akan kembali lagi!