Menjelajahi Zhangjiajie: Keajaiban Alam dan Budaya di Hunan

Sabtu, 1 November 2014
Perjalanan ke Zhangjiajie: Negeri Naga Kuning

Nama Zhangjiajie (Zhāngjiājiè) punya arti:

  • “Zhang” = nama marga Tionghoa yang umum
  • “Jia” = keluarga
  • “Jie” = tanah kelahiran

Terletak di barat laut provinsi Hunan, luasnya 4.810 hektar dan jaraknya 32 km dari kota Zhangjiajie. Tempat ini ditetapkan sebagai taman nasional pertama di China (1988) dan masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO (1992). Kawasan Wisata Wulingyuan (Zhangjiajie) terdiri dari 3 area utama:

  1. Zhangjiajie National Forest Park
  2. Cagar Alam Gunung Tianzi
  3. Suoxi Valley Natural Resource Reserve (termasuk Danau Baofeng & Gua Naga Kuning).

Rencana Perjalanan Kami ke Zhangjiajie & Tianmenshan

Hari 1

Kami tiba di Bandara Zhangjiajie (kode IATA: DYG) pagi hari, lalu naik taksi selama 1 jam langsung ke area Wulingyuan (pusat kawasan wisata Zhangjiajie).

  • Ongkos taksi dari bandara ke Wulingyuan: 100–250 Yuan (tergantung skill nawar!).
  • Kalau mau naik bus: Naik taksi dulu ke Zhangjiajie Central Bus Station (dekat Stasiun Kereta), lalu naik bus turis ke Wulingyuan (berangkat tiap beberapa menit, durasi 40 menit, harga 12 Yuan/orang).
  • Ongkos taksi bandara–kota: 30 Yuan + biaya tol gerbang bandara.

Fakta unik bandara:

  • Bandaranya ada di lembah sempit, jadi landasannya ekstrem! Kalau takut terbang, mending naik penerbangan malam + minum antimo. 60 detik terakhir pesawat bakal berguncang kencang karena turbulance angin di lembah.
  • Lokasinya dekat dengan Tianmenshan—kadang dari pesawat bisa lihat lubang besar di gunung kalau cuaca cerah!

Sesampainya di hotel (dekat jalan pedestrian Wulingyuan), karena sudah jam 15:00, kami langsung ke Gua Naga Kuning naik taksi (100 Yuan pulang-pergi, termasuk tunggu).


Gua Naga Kuning (Huanglong Cave)

Ditemukan tahun 1983 oleh milisi setempat, gua ini dijuluki “gua ajaib karst terbaik di dunia”.

Legenda: Dulu ada biksu dari Jiangxi yang mau bangun kuil di sini. Tiba-tiba, naga kuning muncul dan mengubah jurang jadi gua!

Yang bisa dilihat:

  • Stalagmit raksasa “The Tower of Strength” (tinggi 19,2 meter, butuh 200.000 tahun untuk terbentuk!).
  • Perahu kecil menyusuri gua yang gelap.
  • Kolam, air terjun, dan lorong-lorong spektakuler.

Harga tiket: 100 Yuan + 3 Yuan asuransi.
Buka: 08:00–18:00.


Hari 2

Kami masuk lewat Pintu Forest Park (dekat Yellow Stone Village Cable Car) dan keluar lewat pintu dekat Wulingyuan.

Spot favorit:

  • Huangshi Village
  • Golden Whip Stream
  • Yuanjiajie (gunung “mengambang” yang jadi inspirasi film Avatar!).

Harga tiket: 245 Yuan + 3 Yuan asuransi.
Transportasi:

  • Taksi dari Wulingyuan: 60–100 Yuan.
  • Bus turis dari pusat kota.

Rute jalan kaki:

  • 3–4 jam menyusuri hutan, lihat puncak-puncak indah, lalu naik Bailong Elevator (72 Yuan/orang sekali jalan).
  • Dari elevator, ada bus gratis ke Yuanjiajie (spot gunung Avatar).
  • Pulangnya, naik bus ke Tianzi Mountain atau Pintu Keluar Wulingyuan.

Gunung Tianzi:

  • Pemandangan paling epik di Zhangjiajie! Ada hutan puncak, laut awan, sunrise, dan salju musim dingin.
  • Cable car di sini sangat curam—nggak disarankan buat yang takut ketinggian!

Malamnya: Nonton Charming Xiangxi, pertunjukan budaya suku Tujia & Miao yang spektakuler!

  • Harga tiket: 228 Yuan (normal) / 308 Yuan (VIP).
  • Lokasi: Dekat Pullman Hotel, Wulingyuan.

Pengalaman Nonton Charming Xiangxi di Zhangjiajie

Waktu itu, kami beli tiket Charming Xiangxi dari hotel di Wulingyuan (harganya 228 Yuan untuk kursi biasa). Pertunjukannya dimulai jam 8 malam, tapi kami datang lebih awal buat eksplor area teaternya yang megah—desainnya mirip rumah tradisional suku Tujia & Miao, dengan lampu-lampu warna-warni yang bikin suasana langsung vibey!

Bagian Pertama (Indoor)

Pertunjukan indoor-nya epik banget! Ceritanya tentang kehidupan, cinta, & legenda suku-suku di Hunan Barat, dipadukan dengan:

  • Tarian tradisional kostum warna-warni (ada yang pakai hiasan kepala berat sampai 10 kg!).
  • Musik live pakai alat-alat khas seperti suona (terompet tradisional) & drum.
  • Efek panggung canggih—air terjun buatan, lampu laser, bahkan pentas yang bisa berputar!

Scene paling memorable: Adegan “Perkawinan Suku Tujia”—aktor-aktrisnya interaksi sama penonton, ngajak tepuk tangan & teriak “Yo-ho!” ala budaya mereka.

Bagian Kedua (Outdoor)

Setelah istirahat 15 menit, lanjut ke pertunjukan outdoor di taman belakang. Di sini lebih santai, dan di akhiri dengan tarian berkelompok.

Tips:

  • Bawa jaket—malam di Zhangjiajie dingin!
  • Duduk di tengah biar view-nya bagus (VIP seat enak, tapi kursi biasa juga cukup oke).

Sejarah Charming Xiangxi

Charming Xiangxi (魅力湘西) adalah pertunjukan budaya yang terinspirasi dari kehidupan suku Tujia, Miao, Bai, & Dong di Hunan Barat.

Awalnya dipentaskan tahun 2000, tapi ceritanya sendiri berasal dari:

  1. Legenda rakyat, seperti kisah “Gadis Miao & Pemburu” yang romantis.
  2. Ritual kuno suku Tujia (misal: Nuo Dance untuk mengusir roh jahat).
  3. Sejarah perdagangan teh di Jalur Teh Kuda (Ancient Tea Horse Road).

Sekarang, pertunjukan ini jadi salah satu dari 3 pertunjukan terbesar di China (bersama Impression Lijiang & Liu Sanjie). Bahkan pernah tampil di acara TV nasional China!


Kenapa Harus Nonton?

  • Cara tercepat paham budaya lokal tanpa harus keliling desa terpencil.
  • Visualnya instagrammable—cahaya & kostumnya wow!
  • Kocak & menghibur, meski nggak ngerti bahasa Mandarin (ada subtitle Inggris di layar).

Kesimpulan: Charming Xiangxi itu kayak “pesta budaya”—seru, meriah, & bikin nagih! Pas banget buat refreshing habis seharian naik gunung di Zhangjiajie.


Hari 3

Hujan dari pagi, jadi rencana ke Zhangjiajie batal. Kami akhirnya ke Danau Baofeng (tetap seru meski gerimis—plus sepi pengunjung!)

Danau Baofeng:

Danau Baofeng (宝峰湖) adalah salah satu permata tersembunyi di kawasan Wulingyuan, Zhangjiajie. Terletak di tengah pegunungan karst, danau ini terkenal dengan airnya yang jernih kebiruan dan dikelilingi tebing-tebing vertikal yang dramatis.

Ternyata air danau yang biasanya digambarkan biru di brosur, justru berwarna hijau zamrud tua di hari gerimis ini! Seperti giok cair yang berkilauan di bawah cahaya temaram.

Asal-Usul Nama “Baofeng”

Nama “Baofeng” (宝峰) berarti “Puncak Harta Karun”, berasal dari legenda setempat:

  • Konon, di puncak gunung ini tersimpan harta karun yang dijaga oleh naga dan dewa.
  • Penduduk percaya bahwa air danau adalah air suci yang memberikan keberkahan.
Naik Perahu di Tengah Kabut

Perahu kayunya cuma diisi 5 orang (biasanya bisa 20-an). Saat mesin perahu dimatikan sebentar di tengah danau, suasana jadi:

  • Sunyi sekali, cuma terdengar tetesan hujan di air.
  • Kabut tebal menyelimuti puncak-puncak karst, kadang tersibak sedikit memperlihatkan bentuknya yang seperti “gunung mengambang”.
  • Pemandu perahu (cewek suku Tujia) menyanyi lagu tradisional—suaranya echo di antara tebing, bikin merinding tapi indah!

Rumah bagi Suku Tujia & Miao – Di tepi danau, ada pertunjukan lagu tradisional dari perempuan suku Tujia yang menyambut turis.

Sorenya, pindah ke kota Zhangjiajie untuk persiapan ke Tianmenshan besok.

Malam: Nonton Tianmen Fox Fairy Show (drama musikal cinta di lembah gunung!).

  • Harga tiket: 238 Yuan (normal) / 580 Yuan (VIP).
  • Tips: Bawa jaket—pertunjukannya outdoor & dingin!

Pengalaman Nonton Tianmen Fox Fairy Show di Zhangjiajie: Drama Cinta di Bawah Langit Malam

Waktu itu, kami beli tiket Tianmen Fox Fairy Show (天门狐仙) sehari sebelumnya lewat hotel di Zhangjiajie city. Harganya 238 Yuan untuk kursi biasa (bagian A). Kata resepsionis, ini satu-satunya pertunjukan malam di dunia yang panggungnya adalah lembah gunung asli—langsung penasaran!

Sebelum Pertunjukan
  • Jam 7 malam, kami naik Bus No. 9 dari stasiun cable car Tianmen Mountain (ongkos 5 Yuan). Perjalanan 15 menit menyusuri jalan gelap nan mistis—sesuai banget dengan nuansa ceritanya!
  • Suhu waktu itu 12°C—kami hampir menyesal nggak bawa jaket tebal, tapi ternyata panitia bagi raincoat gratis (plus ada sewa selimut 10 Yuan kalau kedinginan).
Pertunjukan Dimulai (20:20–22:00)

Panggungnya luas banget—seluruh lembah Tianmen diubah jadi teater alam, dengan:

  • Gunung Tianmen sebagai backdrop (ada efek lampu yang bikin “pintu langit”-nya bersinar).
  • Jembatan batu alami sepanjang 60 meter sebagai jalan pemeran.
  • 600+ penari & pemusik yang tampil di lereng bukit, bahkan ada yang rappelling dari tebing!

Ceritanya tentang cinta terlarang antara:

  • Seorang pemuda miskin (dari suku manusia).
  • Si Rubah Cantik (dunia peri).

Konfliknya seru: ada adegan si Rubah dikutuk jadi batu, pemuda nyebrang jembatan retak, dan klimaksnya hujan api & air terjun buatan yang bikin penonton teriak-teriak kaget!

Yang paling berkesan:

  1. Efek suara gemuruh dari balik gunung—serasa di dunia fantasi!
  2. Adegan pernikahan di atas danau buatan (lampu lampionnya aesthetic banget).
  3. Finale dengan kembang api & ratusan lampion terbang ke langit.
Fakta Unik Tianmen Fox Fairy
  • Dibuat tahun 2008 oleh sutradara ternama China, Mei Shaowu (yang juga garap upacara Olimpiade Beijing).
  • Panggungnya tetap permanen meski cuaca ekstrem—karena ceritanya dianggap “legenda suci” warga setempat.
  • Pemeran rubah pakai kostum 20 kg + tali pengaman khusus untuk adegan di tebing!

Verdict: Lebih epic daripada Broadway! Bayangkan Romeo-Juliet versi China, tapi dengan gunung, sihir, dan teknologi canggih sebagai pendukungnya. Worth every penny!


Hari 4

Gunung Tianmen (Tianmenshan)

Gunung Tianmen (天门山), yang berarti “Gunung Pintu Surga”, adalah salah satu ikon spiritual dan geologis paling terkenal di China, terkenal dengan pintu alam raksasa di tengah gunung.

Mitosnya, lubang gunung adalah gerbang dimana naga kuning pergi ke langit. Gunung Tianmen bukan sekadar destinasi wisata, tapi saksi bisu sejarah alam dan manusia selama ribuan tahun. Dari ritual kuno hingga atraksi ekstrem modern, tempat ini tetap menyimpan aura mistisnya yang kuat.

Dalam budaya Tao: di puncak Tianmenshan ini dipercaya sebagai tempat pertemuan Dewa Bumi dan Langit. Banyak orang datang untuk meditasi.

  • 2005: Cable car terpanjang dunia (7.455m) dibangun, memecahkan rekor Guinness.
  • 2011: Jalan berliku 99 belokan sengaja dibuat untuk uji nyali pengemudi.
  • Jalan kaca di ketinggian 1.218 meter—uji nyali!
  • Ada kuil Buddha berusia 500 tahun & pemandangan epik.

Harga tiket: 258 Yuan (sudah termasuk cable car & bus).
Buka: 08:00–18:00.

“Melihat Tianmen Shan itu seperti melihat album foto Bumi – ada halaman untuk setiap zaman, dari mitologi purba sampai teknologi modern.”


Hari 5

Check-out dari Best Western & Perjalanan ke Bandara

Pagi-pagi sekitar jam 6.30, kami sudah siap-siap check-out dari Best Western Zhangjiajie Hotel. Petugas resepsionisnya ramah banget, sampai bantu panggilkan taksi dan pastiin semua barang kami nggak ada yang ketinggalan.

Naik Taksi ke Bandara:

Tarif taksi: Sekitar 30–40 Yuan (karena hotelnya termasuk zona dekat bandara).

Waktu tempuh: Cuma 15 menit aja! Jalanan pagi masih sepi, jadi lancar banget.


Tempat Makan Recomended

Laowu Yutou

  • Spesialisasi: Sup kepala ikan pedas dengan cabai, tomat, dan kacang.
  • Jangan lupa coba “Mi jiu” (arak beras manis khas Hunan).
  • Lokasi: Ziwu Road, Yongding District.

Perjalanan ini bener-bener unforgettable! Zhangjiajie tuh surganya pemandangan alam yang nggak ada duanya. 💚

Tinggalkan komentar