Transit semalam di Moscow: Dari Bandara ke Pesona Kota

Langit senja mulai memerah ketika kami mendarat di Bandara Internasional Sheremetyevo, Moscow. Udara sudah langsung berasa sangat dingin saat kami melangkah ke arah stasiun kereta untuk membeli tiket di mesin otomatis.

Kereta Aeroexpress yang menghubungkan bandara dengan pusat kota berderak menuju tujuan kami, meninggalkan hiruk-pikuk bandara dan memasuki kehangatan malam Moscow yang dingin.

Setibanya di pusat kota, kami berpindah ke taksi yang membawa kami berkeliling jalan-jalan yang ramai hingga tiba di hotel kami, tak jauh dari Red Square. Setelah check-in dan melepas lelah sejenak, kami memutuskan untuk berjalan-jalan menikmati malam.

Suasana Red Square begitu megah dengan pancaran lampu-lampu di malam hari. Saint Basil’s Cathedral dengan kubah-kubahnya yang berwarna-warni tampak seperti negeri dongeng, berdiri anggun di ujung alun-alun.

Keesokan paginya, jet-lag membuat kami terbangun lebih awal dari biasanya. Jam menunjukkan pukul 5 pagi ketika kami keluar dari hotel, udara dingin pagi Moscow menyambut kami.

Tanpa menghiraukan dinginnya pagi, kami bersemangat menjelajahi arsitektur stasiun kereta bawah tanah Moscow. Setiap stasiun memiliki ciri khas unik dengan seni mosaik, patung, dan lampu gantung yang megah, seperti masuk ke dalam museum bawah tanah.

Setelah puas mengeksplorasi beberapa stasiun, kami melanjutkan perjalanan menuju Cathedral of Christ the Saviour. Katedral ini berdiri megah di tepi Sungai Moskva, dengan kubah emas yang berkilau saat tertimpa sinar matahari pagi. Di dalamnya, keheningan dan kedamaian terasa begitu mendalam, membawa kami dalam kekaguman akan keindahan dan sejarah yang disimpannya.

Transit semalam di Moscow ini memberikan kami kenangan tak terlupakan, dari keindahan arsitekturnya hingga suasana magis malam dan pagi hari di Red Square.

Pagi sebelum kami check-out dari hotel, kami sempatkan lagi untuk berjalan-jalan mengeksplorasi Red Square. Suasana pagi di alun-alun ini berbeda sekali dengan malam sebelumnya; lebih tenang, dengan langit pagi yang perlahan berubah menjadi biru terang. Kami menikmati ketenangan ini, merasakan kedamaian yang sulit didapat di malam hari.

Setelah berkeliling, kami kembali ke hotel untuk check-out. Kemudian, kami naik taksi menuju stasiun kereta untuk kembali ke bandara. Perjalanan singkat kami di Moscow berakhir, membawa kami pergi namun meninggalkan kenangan indah tentang malam bercahaya di Red Square dan ketenangan pagi di jantung ibu kota Rusia.

Bahkan dalam waktu yang singkat, kami merasa telah mengecap sedikit dari pesona ibu kota Rusia yang kaya sejarah dan budaya.

Namun, Moscow hanyalah awal dari petualangan panjang kami. Kami melanjutkan perjalanan dengan pesawat Aeroflot menuju Praha, kota kedua dalam perjalanan 18 hari keliling Eropa. Setiap kota membawa kisah dan pengalaman baru, dan kami tidak sabar untuk mengeksplorasi keajaiban berikutnya dalam perjalanan kami.

Video trip Eropa kami selama 18 hari bermodal masing-masing bawa 1 ransel (ukuran 50L) tanpa pake bagasi.

Rute 10 kota di 6 Negara yang dikunjungi sebagai berikut :

Moscow – Praha – Roma – Vatikan – Pisa – Milan – Zermatt – Venice – Barcelona – Paris 

Tinggalkan komentar