Momen Tak Terlupakan: Perayaan Hari Rabu Abu di Vatikan bersama Paus Francis

Februari 2015 menjadi bulan yang sangat berkesan bagi kami. Dalam perjalanan kami ke Roma, kami terkesan oleh kekayaan sejarah dan kebudayaan kota ini, tetapi hari itu, tanggal 18 Februari, akan menjadi momen yang takkan terlupakan. Kami tiba di Vatikan pada Hari Rabu Abu yang bertepatan dengan perayaan Imlek, dan suasana di sana terasa berbeda dari biasanya.

Begitu kami melangkah ke alun-alun Basilika Santo Petrus, hawa dingin Februari menyambut kami, tetapi semangat di sekitar kami menghangatkan hati. Ribuan orang berkumpul, mengenakan pakaian hangat sambil membawa spanduk dan lilin, semua bersiap untuk merayakan misa yang dipimpin oleh Sang Paus. Ada harapan dan perasaan syukur yang meluap-luap di setiap wajah yang kami lihat.

Saat misa dimulai, kami merasakan kehadiran yang kuat, seolah-olah seluruh dunia bersatu dalam doa dan refleksi. Lagu-lagu pujian bergema di alun-alun, diiringi suara khas Paus Francis yang penuh kasih. Kami terpesona melihat bagaimana Paus mampu menyentuh hati jutaan orang hanya dengan kata-kata dan persembahan kasihnya.

Di tengah perayaan itu, kami tidak menyangka bahwa kami akan mendapatkan momen spesial. Ketika Paus Francis melintasi alun-alun dalam mobil papal, kami merasa beruntung karena berada di dekatnya. Dalam kedamaian dan keheningan, saya bisa merasakan getaran kehadiran spiritual yang luar biasa. Paus melambai ke arah kerumunan, menyentuh hati kami secara mendalam. Kami melambai kembali, merasa seolah-olah ada hubungan unik yang tercipta di antara kami, meskipun hanya dalam sekejap.

Perayaan Hari Rabu Abu yang bertepatan dengan Imlek ini menjadi simbol harapan baru bagi kami. Di tengah suasana perayaan yang khidmat, kita juga merayakan tradisi Imlek dengan kehangatan yang penuh arti.

Setelah misa, kami berjalan-jalan di sekitar Vatikan, menikmati keindahan arsitektur dan suasana yang megah. Kami berbagi cerita tentang pengalaman spiritual kami dan merasakan syukur atas hari yang tak terlupakan ini. Tanpa ragu, perjalanan ke Roma dan momen di Vatikan akan selalu menjadi kenangan berharga dalam hidup kami, mengingatkan kami akan kekuatan iman, kebersamaan, dan keajaiban di setiap detik yang kita jalani.

Kami meninggalkan Vatikan dengan hati yang penuh rasa syukur dan banyak kenangan berharga yang akan kami bawa selamanya.

Video trip Eropa kami selama 18 hari bermodal masing-masing bawa 1 ransel (ukuran 50L) tanpa pake bagasi.

Rute 10 kota di 6 Negara yang dikunjungi sebagai berikut :

Moscow – Praha – Roma – Vatikan – Pisa – Milan – Zermatt – Venice – Barcelona – Paris 

Tinggalkan komentar