Setelah dua malam yang penuh pengalaman di Barcelona, kami siap melanjutkan perjalanan. Pagi hari, kami mengepak barang-barang dan menuju bandara. Kali ini, kami terbang dengan budget airline menuju destinasi berikutnya: Paris.

Penerbangan singkat membawa kami ke Kota Cahaya. Paris yang terkenal dengan keindahannya, arsitektur megah, dan budaya yang kaya, menjadi tujuan berikutnya dalam perjalanan 18 hari keliling Eropa kami. Kami tidak sabar untuk mengeksplorasi segala keajaiban yang ditawarkan kota ini. Dari menara Eiffel hingga kafe-kafe kecil yang tersembunyi di jalan-jalan bersejarah, setiap sudut Paris menyimpan cerita yang menanti untuk diungkap.
Menikmati Keajaiban Paris
Setibanya di Paris, kami segera merasakan energi kota yang penuh warna ini. Kami menginap di hotel bintang 3 yang nyaman, tidak jauh dari ikon kota ini: Menara Eiffel. Begitu check-in dan meletakkan barang, kami segera bergegas keluar untuk mulai menjelajahi area sekitar.

Menara Eiffel tampak megah saat kami mendekat, dan kami tidak bisa menahan diri untuk mengambil banyak foto dengan latar belakang menara yang menakjubkan itu.

Sore itu, kami berjalan kaki di sekitar Champ de Mars, menikmati suasana yang tenang dan penuh pesona khas Paris.

Setelah puas berkeliling, kami merasa lapar dan mulai mencari makanan yang familiar. Kami menemukan sebuah restoran kecil yang menyajikan makanan Asia dan Chinese food. Dengan penuh rasa puas, kami menyantap hidangan yang lezat dan mengingatkan kami pada rumah.
Belanja, Sejarah, dan Seni di Paris
Hari kedua di Paris, kami memutuskan untuk mengunjungi pusat perbelanjaan terkenal: Harrods dan Galeries Lafayette. Meskipun kami hanya cuci mata dan tidak berbelanja banyak, pengalaman berada di pusat perbelanjaan mewah ini sungguh menarik. Kedua tempat ini dipenuhi dengan berbagai produk mewah dari seluruh dunia, menambah kesan glamor perjalanan kami.

Selanjutnya, kami mengunjungi La Chapelle du Grâce de Sainte Vierge Miraculeuse. Gereja ini dibangun pada abad ke-19 di Rue du Bac. Di sinilah Bunda Maria dikatakan menampakkan diri kepada Santa Catherine Labouré pada tahun 1830, memberikan pesan-pesan dan lambang Medali Ajaib yang kemudian menjadi sangat terkenal di kalangan umat Katolik. Santa Catherine Labouré menerima pesan ini saat masih menjadi biarawati muda. Pengalaman ini kemudian membuatnya dikenal di seluruh dunia, dan Medali Ajaib pun menjadi lambang devosi yang sangat populer.

Di dalam gereja, jasad Santa Catherine Labouré dipajang di dalam sebuah peti kaca yang dihiasi dengan indah. Melihat jasadnya yang masih utuh meski sudah berabad-abad menambah kekuatan spiritual yang dirasakan di dalam ruang gereja ini. Keheningan dan ketenangan di kapel tersebut membuat kami merenung dan berdoa, merasakan kedamaian yang mendalam.

Kami juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Louvre Museum. Museum ini terkenal dengan koleksi seni yang luar biasa, termasuk lukisan Mona Lisa yang legendaris dan patung-patung klasik seperti Venus de Milo. Meskipun museum ini sangat besar dan sulit untuk dijelajahi dalam satu hari, kami menikmati setiap momen yang dihabiskan di sana, tenggelam dalam keindahan karya seni dan sejarah yang mengagumkan.

Setelah menikmati sejarah dan keindahan gereja serta museum, malamnya kami melanjutkan eksplorasi ke Arc de Triomphe. Monumen ini berdiri megah di ujung Champs-Élysées, dan kami berjalan-jalan di sekitar area tersebut, menikmati suasana malam Paris yang penuh cahaya dan kehidupan.

Melanjutkan Perjalanan
Dua malam di Paris terasa sangat singkat, namun kami harus pulang dan menghakhiri trip panjang keliling Eropa 18 hari ini.
Paris, dengan segala keindahan dan keajaibannya, telah memberikan kami banyak kenangan indah. Menara Eiffel, makanan yang lezat, pusat perbelanjaan yang mewah, situs-situs bersejarah, dan karya seni luar biasa semuanya menambah pesona kota ini dalam perjalanan 18 hari keliling Eropa kami.
Sampai jumpa lagi, Paris! 🚀🌟
Video trip Eropa kami selama 18 hari bermodal masing-masing bawa 1 ransel (ukuran 50L) tanpa bagasi.
Rute 10 kota di 6 Negara yang dikunjungi sebagai berikut :
Moscow – Praha – Roma – Vatikan – Pisa – Milan – Zermatt – Venice – Barcelona – Paris