Menikmati Liburan di Fairways & Bluewater Resort Boracay

Hari Pertama: Tiba di Surga Kecil
Setelah perjalanan panjang dari Hongkong, kami akhirnya mendarat di Manila. Lanjut dengan 55 menit lagi penerbangan dengan pesawat, dan kami sudah sampai di Caticlan, gerbang menuju Boracay. Angin hangat langsung menyambut kami, membawa aroma laut yang khas.

Begitu pesawat mendarat di Bandara Caticlan yang kecil namun nyaman, kami sudah disambut oleh sopir dari Fairways & Bluewater Resort yang berdiri di area kedatangan dengan papan nama kami. Rasanya lega tidak perlu antre atau bernegosiasi harga transportasi—semua sudah diatur sebelumnya oleh resort!

Van membawa kami ke pelabuhan khusus yang lebih dekat dan eksklusif (bukan pelabuhan umum Caticlan). Tidak ada antrean—langsung menuju kapal speedboat milik resort yang sudah menunggu.

Kami langsung menuju Fairways and Bluewater Resort, tempat kami menginap selama dua malam. Resor ini luas dan hijau, dengan kolam renang infinity yang memukau. Tanpa buang waktu, kami langsung menceburkan diri ke dalamnya, menikmati birunya air yang menyatu dengan langit.

Fairways & Bluewater Resort juga memiliki salah satu private beach eksklusif terbaik di Boracay—sebuah hidden gem yang jarang diketahui traveler biasa! 

Sore itu, setelah seharian berenang di infinity pool Fairways & Bluewater Resort, kami memutuskan untuk menjelajah D’Mall—pusat kuliner dan belanja ikonik Boracay. Daripada naik shuttle resort yang terjadwal, kami memilih naik tricycle untuk pengalaman lebih autentik!

Kami menjelajahi D’Mall, pusat keramaian di Boracay. Jalan-jalan kecil dipenuhi toko suvenir, restoran, dan kafe. Kami menyantap Pork BBQ yang juicy, dijajakan di mana-mana dengan aroma menggoda. Di tengah teriknya matahari Boracay, tidak ada yang lebih memuaskan daripada menyeruput Jonah’s Fruit Shakes—legenda minuman segar yang sudah melegenda sejak 1998. 

Cabang Utama: Di Station 1, persis di seberang White Beach, dengan gazebo kayu ala pantai dan meja-meja rendah di atas pasir.

Gelas Khas Jonah’s: Minuman disajikan di gelas plastik transparan bergambar logo Jonah’s—sempurna untuk foto aesthetic dengan latar pantai.

Setelah puas bermain, kami duduk-duduk di pinggir pantai sambil menunggu matahari terbenam. Sore ini lebih santai—kami mampir di salah satu beach club menikmati makanan ringan dan bir dingin dengan lagu dari DJ, sambil menikmati angin sore yang sepoi-sepoi dan ombak di depan kita.

This image has an empty alt attribute; its file name is img_3336.jpg

Tak ada yang bisa mengalahkan momen sunset di Boracay—ritual alam yang memukau setiap hari, mengubah White Beach menjadi lukisan hidup.

Spot Terbaik Menikmati Sunset

White Beach (Station 1):

  • Pasir terhalus, air tenang, dan pemandangan tanpa penghalang.
  • Favorit: Area depan Jonah’s Fruit Shakes (sambil minum, matahari terbenam persis di depan).

Malam itu, kami menyaksikan Fire Dance di White Beach. Para penari berputar dengan api, menciptakan siluet magis di atas pasir. Suara ombak menjadi soundtrack yang sempurna. Sebelum pulang, kami berhenti sebentar melihat sand art di pinggir pantai—seorang seniman lokal menggambar bentuk indah di atas pasir, diterangi cahaya bulan.


Hari Kedua: Petualangan di Atas Air & Puka Beach

Pagi hari, kami memulai hari menyewa tricycle—taksi khas Boracay—untuk menuju Puka Beach. Pantai ini lebih sepi, dengan pasir putih kasar dan air biru kehijauan. Kami berenang, berjemur, dan hanya menikmati ketenangan sambil minum air kelapa dingin di bawah terik matahari.

Sorenya, kami kembali ke White Beach, dengan menyewa paddle boarding di perairan jernih White Beach. Awalnya goyah, tapi lama-lama kami menikmati keseimbangan sambil menatang ombak kecil.

Setelah puas bermain di pantai, kami kembali jalan-jalan di D’Mall, dan mau cari yang “segar-segar”…. Halowich !!! —sebuah kafe dessert Korea yang viral dengan menu bingsoo (es serut) dan fruit waffle-nya. Tapi yang bikin penasaran adalah “Couple Mango”, dessert spesial untuk berdua.


Hari Terakhir: Selamat Tinggal, Boracay
Sebelum kembali ke Manila, kami sempat berenang sekali lagi di infinity pool resort.

Boracay telah memberi kami kenangan manis—api tarian malam, rasa buah segar Jonah’s, sentuhan pasir di kaki, dan tawa di atas paddle board.

Dengan private transfer via resort, perjalanan pulang terasa seperti ekstensi liburan—nyaman, cepat, dan tanpa drama. Sampai jumpa lagi, Boracay!

-The End-

Tinggalkan komentar