Exploring Osaka: Dari Gemerlap Dotonbori hingga Colorful Shinsekai

Kami hari ini menjelajahi Osaka, kota yang semarak dengan budaya street food, neon lights, dan atmosfer urban yang unik. Perjalananku dimulai dari Dotonbori, jantungnya kehidupan malam Osaka, dan berlanjut ke Shinsaibashi yang santai, lalu berakhir di Shinsekai yang penuh warna.

Malam di Dotonbori

Begitu matahari terbenam, Dotonbori langsung berubah menjadi lautan lampu neon. Kami langsung terpana melihat ikon Glico Running Man yang menyala terang di atas jembatan Ebisubashi. Suasana ramai dengan turis dan locals yang memadati jalanan, sementara aroma street food menggoda dari setiap sudut.

Kami menyantap takoyaki panas dari stand kecil di pinggir jalan—gurih, lembut, dengan potongan gurita yang pas. Tak lupa mencoba okonomiyaki di sebuah restoran kecil, di mana koki memasaknya langsung di depan kita. Jalanan Dotonbori makin hidup dengan deretan papan reklame raksasa, seperti Kani Doraku (kepiting raksasa) yang bergerak-gerak.

Pagi di Dotonbori: Tenang di Tengah Hiruk-Pikuk

Keesokan paginya, kami kembali ke Dotonbori untuk melihat wajah berbeda dari kawasan ini. Tanpa kerumunan malam hari, suasana lebih santai. Kami menyusuri kanal sambil menikmati matcha latte dari kedai kopi lokal. Beberapa toko mulai buka, dan kita sempat mampir ke Don Quijote untuk belanja oleh-oleh unik.

Shinsaibashi: Santai di Pinggiran Sungai

Dari Dotonbori, kami berjalan kaki ke Shinsaibashi, distrik perbelanjaan yang lebih modern tapi tetap punya sisi santainya. Yang paling kami suka adalah area di sepanjang Sungai Dotonbori (dekat Shinsaibashi). Kami duduk-duduk di tepian sungai, menikmati es krim mochi sambil melihat orang-orang lalu lalang. Ada yang sedang foto-foto, ada juga yang sekadar duduk menikmati angin pagi.

Shinsaibashi juga punya Amerikamura (atau “Ame-mura”), kawasan dengan vibe youthful dan penuh mural warna-warni. Kami sempat mampir ke beberapa toko thrift shop di daerah sini.

Shinsekai: Nostalgia & Kemeriahan Warna-Warni

Terakhir, kami menuju Shinsekai, kawasan retro yang terasa seperti kembali ke masa lalu. Dengan menara Tsutenkaku sebagai ikon utamanya, Shinsekai penuh dengan suasana old-school Osaka. Kami menjelajahi jalan-jalan kecil yang dipenuhi restoran kushikatsu (tusuk sate goreng khas Osaka).

Kami makan malam di salah satu resto kushikatsu legendaris—setiap gigitan renyah dan gurih, wajib dicelup saus spesial! Kawasan ini juga punya banyak arcade dan toko-toko unik dengan nuansa tahun 60-an. Di malam hari, lampu-lampu Tsutenkaku menyala, menambah kesan magis.

Osaka memberiku kombinasi sempurna antara modernitas dan tradisi, keramaian dan ketenangan. Dari gemerlap Dotonbori, santainya Shinsaibashi, hingga nostalgia Shinsekai—setiap tempat punya ceritanya sendiri.

Tinggalkan komentar