Antri 2 jam: Ramen Menbakaichidai Layak Dicoba di Kyoto

Pengalaman Makan Fire Ramen Menbakaichidai di Kyoto

Saat traveling ke Jepang, kami memutuskan untuk mencoba Fire Ramen (Menbakaichidai) di Kyoto—sebuah resto ramen yang terkenal karena penyajiannya yang spektakuler, di mana chef akan membakar minyak cabai di atas mie tepat di depan pengunjung.

Antrean 2 Jam yang Tak Terlupakan

Kami datang sekitar jam 5 sore, tapi ternyata sudah ada antrean panjang di depan resto kecil nan legendaris itu. Karena penasaran, kami memutuskan menunggu. Dua jam berlalu dengan mengobrol, lihat orang lalu-lalang di Kawaramachi, dan sesekali cek menu dari luar. Akhirnya, nama kami dipanggil!

“Asal dari mana?” dan Aturan Unik di Dalam

Saat masuk, pelayan ramah bertanya, “Where are you from?” Begitu jawab “Indonesia!”, mereka tersenyum dan mengangguk. Ternyata, banyak turis Asia yang datang ke sini, jadi mereka terbiasa dengan pengunjung internasional.

Sebelum duduk, kami diberi tahu beberapa peraturan:

  1. Dilarang memotret/merekam saat chef membakar ramen—kecuali setelah dapat izin atau saat api sudah padam. Alasannya, agar konsentrasi chef tidak terganggu dan demi keamanan.
  2. Tidak boleh menyentuh mangkuk ramen saat masih terbakar (jelas, ya!).
  3. Harus duduk tenang selama proses pembakaran—jangan sampai terkejut dan menjauh, karena bisa bahaya.

Momen Api dan Rasanya yang Membakar

Setelah memesan “Fire Ramen” level pedas standar, chef membawa mangkuk berisi mie, kuah kental, dan lapisan minyak cabai di atasnya. Dengan cepat, dia menyulut api menggunakan blowtorch! Api biru menyala tinggi (nyaris 30 cm!) di atas mangkuk kami, membuat semua orang berdecak kagum. Begitu api padam, barulah boleh difoto.

Rasanya? Pedasnya nendang! Kuah kental dengan aroma bawang putih dan lemak, tapi sensasi bakar cabainya bikin hidung berasa tersengat. Cocok buat pecinta pedas, tapi temanku sampai minum 3 gelas air putih, haha!

Penutup

Pengalaman ini bikin kami sadar: antrean panjang dan peraturan ketat di Menbakaichidai memang worth it. Selain rasanya unik, atraksi apinya bikin makan ramen jadi entertainment. Kalau ke Kyoto lagi, mau coba level pedas yang lebih ekstrem!

Ada yang pernah mencoba Fire Ramen juga? Atau punya rekomendasi resto unik di Jepang? 😊

Tinggalkan komentar