Di bawah terik matahari musim panas yang menyengat di Taipei, kami siap berangkat untuk perjalanan daytrip ke Desa Tua Jiufen, sebuah desa indah yang terletak di perbukitan pesisir timur Taiwan. Rencana kami sederhana: menikmati pemandangan, mencoba camilan lokal, dan merasakan pengalaman teh tradisional.
Perjalanan Pagi: Taipei ke Jiufen
Petualangan kami dimulai dari hotel kami Papa Whale Hotel di area Ximending Taipei, di mana berlokasi tidak jauh dari bus stop bus nomor 965 menuju Jiufen. Enaknya di Taipei ini, sistem transportasi umum yang mudah dinavigasi membuat semuanya jadi gampang, dan bus ber-ACnya menjadi perjalanan yang menyegarkan dari panasnya cuaca.

Tiba di Jiufen:
Sekitar satu setengah jam kami tiba di bus stop Jiufen Old Street, disambut oleh aroma street food dan pemandangan rumah teh tradisional yang menghiasi jalan berbatu. Kota ini, terkenal dengan sejarah penambangan emasnya dan panorama pegunungan yang memukau, memancarkan pesona nostalgia, meskipun dalam musim panas yang menyengat.

Menjelajahi Jalanan: Surga Belanja
Berjalan-jalan di gang sempit Jiufen, kami menikmati perpaduan belanja dan camilan. Toko-toko menawan menawarkan berbagai kerajinan lokal, dari ukiran giok yang menarik sampai suvenir lucu yang terasa khas budaya Taiwan. Aku tidak bisa menahan diri untuk membeli beberapa barang!

Sepanjang jalan, aku juga menyempatkan diri mampir ke beberapa kios makanan untuk mencoba beberapa camilan khas:
- Bola Ubi Manis: Renyah di luar dan kenyal di dalam, ini jadi camilan yang sempurna untuk menghilangkan panas.
- Sosis Bakar: Gurih dan sedikit manis, gigitan berair ini jadi favorit banyak turis.
- Jelly Aiyu: Hidangan lokal yang menyegarkan dan bikin seger, jelly ini disajikan dengan lemon dan sangat memuaskan.
- Stinky tofu atau tahu busuk termasuk kuliner populer di Taiwan. Bau tahu yang menyengat menjadikan makanan ini ‘istimewa’ karena aroma dan rasanya.

Siang yang Tenang: Sore Teh di Rumah Teh
Saat siang menjelang dan suhu semakin tinggi, saatnya mencari perlindungan di salah satu rumah teh terkenal di Jiufen. Aku memilih tempat yang indah dengan pemandangan ke arah gunung dan laut, di mana aku bisa santai dan menikmati sore yang tenang.

Setelah duduk di tempat yang nyaman, aku memesan semangkuk teh oolong yang diproduksi secara lokal. Teh ini diseduh dengan sempurna, aromanya yang floral dan earthy menghadirkan pelarian yang menenangkan dari keramaian di bawah. Dipadukan dengan camilan teh tradisional, pengalaman ini terasa mewah dan damai, cara yang sempurna untuk menikmati keindahan Jiufen.

Pulang di SORE Hari:
Naik bus pulang dari Jiufen ke Taipei tidak sulit.
Bus Stop utama di Jiufen terletak di seberang jalan dekat pintu masuk Old Street, dekat dengan tempat parkir.
Karena kami akan kembali ke arah Ximending, kami naik Bus dengan nomor yang saat waktu pergi yaitu Bus nomor 965 , yang beroperasi antara Jiufen dan Taipei. Bus biasanya memiliki tanda dalam bahasa Cina dan Inggris.
Periksa Jadwal:
Bus dari Jiufen ke Taipei biasanya berangkat setiap 30 hingga 60 menit, namun ada baiknya untuk memeriksa jadwal terlebih dahulu untuk menghindari antrean yang lama. Bus terakhir biasanya berangkat pada malam hari.
Untuk tiket bisa langsung di bus. Siapkan uang tunai, karena banyak layanan bus mungkin tidak menerima kartu kredit. Tarifnya sekitar NT$ 90 (Kurang lebih), atau bisa tinggal tap di alat dekat kemudi sopir memakai kartu EASY CARD 悠遊卡.

Perjalanan kembali ke Taipei biasanya memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam, tergantung kondisi lalu lintas.
Kalau kamu mau merencanakan perjalanan sehari di musim panas, jangan lupa kaca mata hitam, topi/payung dan tetap minum banyak air. Jiufen adalah tempat yang luar biasa untuk menikmati keindahan Taiwan sambil mencoba masakan lokal dan merasakan pengalaman budaya yang kaya. Selamat jalan-jalan!