Mengenal Martabak Manis: Kue Tradisional yang Populer

Membicarakan sejarahnya, martabak manis , yang juga di kenal awalnya dengan nama Apam balik (曼煎粿), rupanya berasal dari China, tepatnya provinsi Fujian, tak dapat dipisahkan dari sosok pemimpin militer Dinasti Qing, General Tso Tsung T’ang.

Tahun 1855, General Tso Tsung T’ang dikirim ke wilayah Fujian sebagai pemimpin pasukan tentara untuk melawan para pemberontak.

Untuk menyediakan makanan bagi para prajurit tanpa mengganggu kehidupan masyarakat setempat, Jenderal Zuo memutuskan untuk beralih dari roti gandum yang dimakan bersama dengan daun bawang dan saus sambal, menjadi pancake apam balik (曼煎粿) yang sekarang di kenal martabak yang menggunakan gula tebu dan kacang tanah yang bersumber secara lokal dan diproduksi secara massal.

Cikal bakal martabak manis ini kemudian banyak dijual sebagai jajanan kaki lima. Lalu seiring waktu, para imigran dari Fujian memperkenalkan martabak manis ke negara-negara Asia Tenggara.

Martabak manis di Indonesia asalnya dari Pulau Bangka Belitung. Para imigran Hokkien dipercaya sebagai sosok yang memperkenalkan kreasi martabak manis.
Martabak manis ini merupakan makanan khas Bangka Belitung yang diciptakan warga keturunan Tionghoa (Hakka atau Khek). Nama asli makanan ini adalah Hok Lo Pan yang berarti kue orang Hok Lo.

Mereka menamainya hoklo pan. Resep hoklo pan hanya memakai topping tradisional seperti wijen panggang dan taburan gula pasir. Namun kini martabak manis hadir dalam berbagai versi topping.

Martabak manis kemudian punya beberapa penamaan berbeda di Indonesia. Di Pulau Bangka, namanya “Martabak Bangka”. Lalu di Bandung, namanya “Martabak Bandung”

Taburan Hok Lo Pan dulunya hanya berupa gula dan wijen sangrai. Kini, kamu bisa menemukan berabagai rasa martabak manis yang sesuai selera. Tak lagi hanya dengan taburan cokelat, kacang dan keju. Sekarang kita bisa menikmati martabak manis dengan rasa-rasa unik seperti green tea, blueberi, oreo cheese ataupun red velvet.

Seiring berjalannya waktu, makanan ini semakin dikenal banyak orang dan menyebar hingga ke luar Kota Bangka. Hok Lo Pan kemudian dikenal dengan sebutan kue rembulan (terang bulan) karena bentuknya yang bulat dan berwarna kuning. Hingga saat ini, beberapa daerah menyebut martabak manis sebagai kue terang bulan.

Nama lain dari martabak manis di Indonesia adalah “Terang Bulan”. Ini merujuk pada bentuk martabak yang seperti bulan yang terang. Permukaannya memiliki titik-titik dengan lubang kecil dan bersinar layaknya bulan.

Tinggalkan komentar