Menjelajahi Keindahan Phoenix Ancient City dan Gunung Fanjingshan

Hari 1: Menyatu dengan Budaya

Perjalanan kami dimulai saat kami berangkat dari Hong Kong West Kowloon Station menuju Phoenix Ancient City (Fenghuang) di provinsi Hunan dengan high speed train (kereta G6080) selama kurang lebih 5 jam. Setelah tiba di station kereta Fenghuang Gucheng Railway Station pada pukul 13:58 siang, kami menuju hotel kami yang terletak tak jauh dari pusat kota kuno.

Lotus Cymbidium Sinense Zen Art River View Hotel

素履莲花·墨兰禅意江景酒店

Fenghuang, Hunan, China

+86-743-3229889

Setelah beristirahat sejenak dan makan siang, kami memulai petualangan menjelajahi kota kuno, dipandu oleh seorang pemandu lokal dari hotel.

Perjalanan di mulai dari Jembatan Pelangi: Jembatan ini adalah ikon dari kota Fenghuang, menghubungkan dua sisi sungai Tuojiang. Jembatan ini terkenal dengan struktur lengkung yang elegan dan sering menjadi latar belakang foto yang sempurna.

Banyak bangunan di Fenghuang adalah rumah kayu tradisional yang disebut “Diaojiaolou”. Rumah-rumah ini sering berada di tepi sungai Tuojiang, dengan pemandangan yang menakjubkan terutama saat matahari terbenam. Beberapa rumah kayu ini berfungsi sebagai penginapan, kafe, atau toko suvenir.

Jalan-jalan berbatu dan arsitektur yang terawat baik membawa kami kembali ke masa lalu. Fenghuang terkenal dengan jalan-jalan berbatu yang sempit dan berkelok-kelok. Setiap langkah membawa kami melewati rumah-rumah kuno. Jalan-jalan ini dihiasi dengan lampion merah yang memberikan suasana romantis, terutama saat malam tiba.

Menjelang malam, kami sangat menantikan pertunjukan spektakuler “Fenghuang Romance Show” pukul 8 malam. Pertunjukan ini dengan indah menggambarkan sejarah kaya Fenghuang melalui tarian tradisional dan akrobatik yang memukau.

Pertunjukan ini ditutup dengan tarian bersama dan pertujukan seru lainnya di sekitar api unggun di luar ruangan, di mana kami juga mendapatkan foto gratis dengan latar belakang pemandangan malam kota yang berkilauan.

Setelah selesai menonton pertunjukan ini, kami menikmati makan malam di sekitar hotel.

Hari 2: Menaklukkan Puncak Fanjingshan

Keesokan paginya, setelah sarapan di hotel, kami memulai petualangan ke Gunung Fanjingshan, dua jam perjalanan dari hotel kami dengan mobil yang kami sewa. Setelah tiba, kami membeli tiket, naik bus, dan naik kereta gantung selama 20 menit menuju puncak yang mencapai ketinggian lebih dari 2.000 meter.

Di puncak, kami disambut oleh Kuil Cheng’en yang tenang. Kami menghabiskan waktu berjam-jam mengagumi keindahan alam dan suasana spiritual di puncak gunung. Setelah turun, kami makan di restoran fast food di sekitar pintu keluar.

Dalam perjalanan pulang kami mampir kembali ke kota tua untuk menikmati keindahan gemerlap cahaya lampu dari atas jembatan. Malam hari adalah saat yang spesial di Fenghuang, ketika lampu-lampu kota menyala dan memantulkan cahaya di permukaan sungai. Berjalan-jalan di sekitar kota pada malam hari memberikan pengalaman yang magis dan mempesona.

Kami makan malam di restoran terdekat, menikmati masakan lokal, “Ayam Pengemis” yang sudah kami incar dari malam sebelumnya.

Ayam Pengemis (Jiao Hua Ji) adalah hidangan yang terkenal dengan prosesnya yang unik. Ayam ini dibungkus dengan lumpur dan daun teratai, kemudian dipanggang. Setelah matang, lapisan lumpur dan daun teratai dibuka untuk mengungkapkan rasa ayam yang lezat dan wangi.

Setelah makan malam, kami berjalan kembali ke hotel dengan menyusuri sungai dan menikmati pemandangan indah lampu-lampu kota Fenghuang di malam hari sambil mendengarkan alunan lagu-lagu dan musik dari setiap bar dan cafe sekitar pinggir sungai.

Juga tidak lupa kami melewati Wanming Pagoda yang adalah simbol penting dari sejarah dan budaya Kota Kuno Fenghuang.

Eksplorasi kota tua Fenghuang adalah perjalanan yang penuh dengan keindahan sejarah, budaya, dan alam. Banyak sekali jembatan-jembatan yang sangat menarik di setiap sudut kota dalam perjalanan ke hotel kami di malam ini, dan memiliki cerita dan pesona tersendiri, menjadikannya tempat yang tak terlupakan untuk dikunjungi.

Hari 3: Santai Menikmati Kota Kuno

Pada hari terakhir, kami menjalani hari dengan lebih santai. Setelah sarapan pagi di hotel, kami melanjutkan eksplorasi kota kuno, menikmati ketenangan pagi dan menggali lebih dalam keajaiban tersembunyinya.

Tuojiang Stepping Stone Bridge, adalah struktur ikonik yang membentang di Sungai Tuojiang di jantung Kota Fenghuang. Jembatan ini bukan hanya berfungsi sebagai sarana penyeberangan tetapi juga sebagai simbol indah kota, dengan setiap batu menceritakan kisahnya sendiri.

Setelah puas berfoto-foto di jembatan sekitar sungai yang ikonik ini, kami melanjutkan eksplorasi ke Pintu Utara Tembok Fenghuang, bukan hanya sebuah gerbang tua; tempat ini adalah saksi bisu dari sejarah panjang kota kuno ini. Melalui gerbang ini, kami dapat merasakan jejak-jejak masa lalu yang masih hidup dalam cerita dan legenda yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pintu Utara Tembok Fenghuang, atau “Beimen Chengqiang” dalam bahasa Mandarin, adalah salah satu dari empat pintu utama yang mengelilingi Kota Kuno Fenghuang. Dibangun selama Dinasti Ming dan Qing, pintu ini berfungsi sebagai bagian penting dari sistem pertahanan kota. Arsitektur pintu ini mencerminkan gaya tradisional Tiongkok dengan gerbang besar yang dilengkapi dengan menara penjaga di atasnya.

Pintu Utara Tembok Fenghuang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mengunjungi Kota Kuno Fenghuang. Pengunjung dapat berjalan di sepanjang tembok kota dan menikmati pemandangan yang menakjubkan dari atas. Di dekat pintu, terdapat banyak toko suvenir, kafe, dan restoran yang menawarkan pengalaman kuliner lokal.

Saat sore hari tiba, kami check-out dari hotel, dengan hati penuh kenangan dan kamera penuh foto.

Kami naik kereta cepat di jam 4 sore kembali ke Hong Kong.

Tinggalkan komentar