Hari itu, matahari baru saja terbit ketika kami—aku dan tiga teman dekatku—sudah bersemangat menyiapkan diri untuk menyeberang dari Hong Kong ke Shenzhen. Perjalanan dimulai dengan melewati perbatasan Luohu yang ramai. Setelah proses imigrasi yang lancar, kami langsung menuju pusat perbelanjaan dekat stasiun Louhu Commercial City.
Sarapan Dimsum Lezat di Lantai 5
Perut sudah keroncongan, jadi kami langsung naik ke lantai 5 sebuah mall untuk menyantap dimsum autentik. Kulit dumpling yang tipis, isian udang melimpah, dan char siu isi kuning telor asinnya TOP!! yang gurih bikin kami tambah lahap.

Sambil minum teh hangat, kami ngobrol santai sambil merencanakan itinerary hari ini.

Cek Gigi & Belanja Kacamata Murah!
Setelah kenyang, kami bergegas karena sudah buat appointment di klinik gigi untuk periksa rutin gigi kami.

Setelah selesai iseng lihat-lihat toko kacamata di sekitar sana. Harga kacamata di sini jauh lebih murah dibanding Hong Kong! Akhirnya, dua dari kami membeli kacamata baru dengan lensa anti-radiasi, senyum-senyum puas karena dapat harga bersahabat.

Check-in & Kuliner Jalanan di Sekitar Hotel
Kami menginap di Shenzhen Velaye Hotel, lokasinya strategis banget. Begitu sampai, kami langsung check-in dan istirahat sebentar. Tapi… perut sudah mulai protes lagi! Tanpa buang waktu, kami keluar hotel dan berjalan kaki menuju King Glory Plaza, sebuah mall besar yang ramai.
Makan Siang: Dumpling Gurih di Yang’s Dumpling
Kami memilih Yang’s Dumpling, restoran yang terkenal dengan pan-fried dumpling-nya.

Pesanan kami:
- Dumpling isi babi cincang (juicy banget!)
- Dumpling udang (isi udangnya besar!)
- Dumpling sapi pedas (baru pertama kali coba, lumayan lah!)

Cuka cocolnya bikin tambah enak, pingin nambah, tapi kami tahan karena sudah ada rencana ke restoran lainnya!
NGemil BBQ Pedas!
Belum puas, kami mampir ke restoran BBQ di sebelahnya. Tertarik dengan gambar udang merah kecil masak pedas di banner depan, kami langsung pesan seporsi. Rasanya pedas, gurih, dan bikin ketagihan! Ditambah beberapa tusuk satay kulit tahu, lidah kami benar-benar dimanjakan.

Malam Ini, Target Utama: Chaoshan Beef Hotpot!
Setelah puas “ngemil”, kami menuju restoran Chaoshan Beef Hotpot yang legendaris. Tapi… ternyata antriannya panjang banget! Kami ambil nomor antrian dulu, lalu karena lapar tak tertahankan, kami mampir lagi ke kedai BBQ terdekat untuk makan beberapa tusuk sate sambil menunggu.

Sekitar 45 menit kemudian, akhirnya meja kami siap! Meski perut sudah agak kenyang, kami tetap semangat memesan:
- Daging slice tipis (cuma perlu direbus 3 detik, lembut banget!)
- Bola daging Chaoshan (kenyal dan gurih)
- Sup kaldu sapi (benar-benar nyaman di perut)

Ditemani bir dingin, kami makan sambil cerita-cerita lucu seharian ini. Perjalanan pertama kami di Shenzhen benar-benar seru!
Pengalaman Unik: Korek Kuping di Pinggir Jalan!
Setelah kenyang dan perut hampir food coma, kami memutuskan untuk jalan kaki pelan-pelan kembali ke hotel. Di tengah perjalanan, kami melihat sebuah kios kecil seperti klinik dengan jendela kaca besar di pinggir jalan. Tertulis dalam bahasa Mandarin: “Ear Cleaning” (Korek Kuping).
Awalnya ragu, tapi penasaran! Kami saling pandang, “Coba, yuk?” Salah satu temanku memberanikan diri masuk duluan. Di dalam, ada kursi nyaman dengan alat-alat kecil berkilauan yang terlihat profesional. Kami bisa melihat dari luar karena jendelanya transparan—seperti pertunjukan langsung!

- Prosesnya cepat tapi detail, menggunakan layar LCD, alat logam kecil dan kapas lembut.
- Rasanya… aneh tapi nyaman! Seperti gatal yang akhirnya terpuaskan.
- Harganya lumayan juga, sekitar 60 RMB satu kuping.
Kami semua akhirnya mencoba, dan ternyata bikin rileks banget! Cocok setelah seharian makan dan jalan-jalan.
Pulang ke Hotel dengan Perut Kenyang & Kuping Bersih!
Dengan senyum puas—dan kuping yang entah kenja terasa lebih “ringan”—kami akhirnya kembali ke hotel untuk istirahat. Besok masih ada petualangan baru: Pesan makanan lewat Drone! :
Sampai jumpa di cerita Shenzhen berikutnya! 🚶♂️🍢👂