Hari Pertama: Menikmati Penang dengan Santai
Pada tanggal 3 Mei, kami, kami memulai petualangan dari Hong Kong menuju Penang. Mendarat pada esok harinya di Bandara Penang pukul 00:15 pagi dan langsung menuju Hotel Citadines Connect George Town Penang untuk beristirahat.
Hotel Citadines Connect George Town ternyata memang pilihan tepat. Kamarnya luas, bersih, dan lokasinya strategis.

Setelah tidur nyenyak, pagi hari mereka langsung menyerbu sarapan di hotel. “Hokkien mienya sedap sekali dan Nasi lemaknya juga gak kalah mantap!

Bertemu Teman Lokal dan Makan Siang
Setelah sarapan, kami bertemu dengan salah satu teman lokal kami. Kami langsung menuju Penang Road Famous Jin Kor Char Kuey Teow untuk makan siang.

Di sini, kami mencicipi Char Kuey Teow yang terkenal dan Teochew Chendul yang menyegarkan. Kami juga mampir ke Woong Kee Beancurd untuk menikmati tauhu sutera yang lumer di mulut.

Mengunjungi Pinang Peranakan Mansion
Setelah makan siang, kami berencana mengunjungi Pinang Peranakan Mansion.

Namun, karena terlalu ramai pada hari Minggu siang, kami memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat sejenak.
Sore Hari di Sekitar Hotel
Sore harinya, kami berjalan-jalan di sekitar hotel dan mengunjungi 888 Hokkien Mee di Presgrave Street Hawker Center. Selama 30 tahun, toko kecil ini telah menyajikan Hokkien Mee dalam sup udang. Supnya berwarna merah tua dan beraroma umami. Tambahkan dengan iga babi, jeroan dan babi panggang – highly recommended.

Di sini, kami menikmati Hokkien Mee, Fried Oyster yang lezat, ice kacang, dan cendol yang menyegarkan, dan juga berbagai macam cemilan.

Hari Kedua di Penang: Medical Check-Up, Nasi Kandar, & Durian Feast!
Pagi hari ke dua ini, kami memulai hari dengan agenda yang sedikit berbeda—general check-up di Pantai Hospital. “Demi kesehatan, sesekali cek lab juga perlu” 🙂
Hasilnya keluar cukup cepat, dan hasilnya “sesuai dengan prediksi” hahaha…
Makan menjelang Sore di Mamu Daun Pisang Bayan Lepas
Lapar setelah medical check-up, kami langsung menuju Mamu Daun Pisang , tidak jauh dari lokasi hospital, untuk mencicipi Nasi Kandar yang legendaris yang di sajikan di atas daun pisang.

Dengan kuah kari yang saya minta sampai bajir di atas nasi, dengan tambahan Sotong berlumur sambal, Paru berempah, kerupuk yang sangat tipis dan telur masin —semuanya bikin kami kalap.
Ngemil di Sungai Ara Food Court
Karena masih ada waktu sebelum kembali ke kota, kami memutuskan jalan kaki ke Sungai Ara Food Court untuk sekadar ngemil. Kami duduk santai sambil menunggu Grab car kami datang.

Durian Party di Macalister!
Sore harinya, kami menuju Durian Central Macalister, setelah puas jalan-jalan dari daerah Lorong Selamat.

Bosnya ramah banget dan sangat ahli dalam memilih durian. “Ini Butter Durian, lembut dan manis. Kalau Musang King, lebih creamy dan pahit sedikit,” jelasnya. Kami pun memesan satu Butter Durian dan satu Musang King—tapi karena terlalu enak, akhirnya nambah satu Musang King lagi! “Wah,this is the highest level you can eat, after this no more!” kata boss di toko durian ini….bisa kena marah Dokter ini kita!!!
Malam dengan Lor Bak & Santai di Hotel
Malamnya, kami membungkus Lor Bak (bermacam gorengan dengan saus kental) dari kedai terkenal dan menikmatinya di lobby hotel sambil ngobrol santai. “Gorengannya renyah banget, sausnya juga nendang!”

Hari Ketiga di Penang: Street Art, Nasi Lemak Daun Pisang, & Malam Penuh Rasa
Pagi hari dimulai dengan santai. Kami keluar dari Hotel Citadines dan langsung menjelajahi kawasan street art Penang. Setiap sudut temboknya penuh dengan mural-mural unik, dan kami pun tak mau ketinggalan berfoto-foto ala turis.

“Ini yang gambar anak naik sepeda itu ikonik banget!”
Tanpa terasa, langkah kami membawa kami sampai ke Little India. Aroma rempah dan lagu-lagu Bollywood langsung menyambut.
Brunch di Ali Nasi Lemak Daun Pisang
Lapar setelah jalan-jalan, kami mampir ke Ali Nasi Lemak Daun Pisang—tempat yang direkomendasikan food vlogger Mark Wien. Nasinya memang kecil tapi rasanya nggak main-main. Kami pesan Nasi Lemak Sotong dan Nasi Lemak Ikan Masin, plus cucur udang (bakwan udang) yang renyah gurih. “Sambalnya nendang banget!”

Pasembur & Istirahat Sejenak
Setelah makan, kami lanjut jalan ke arah pantai dan tanpa sengaja menemukan Gani Famous Pasembur.

Meski masih kenyang dan cuaca sangat panas, godaan untuk mencicipi Pasembur (salad khas Penang dengan saus kacang) terlalu kuat.
Akhirnya, kami pesan satu porsi plus minuman dingin. Segarnya bikin nagih!

Karena matahari semakin terik, kami memutuskan balik ke hotel untuk istirahat dan check-out.
Sore Hari: Kebaya & Foto di Pinang Peranakan Mansion
Sorenya, setelah udara tak terlalu panas, kami kembali ke Pinang Peranakan Mansion. Mansion ini dulunya adalah kediaman Kapitan Cina Chung Keng Quee, seorang tokoh kaya dan berpengaruh di Penang pada abad ke-19. Arsitekturnya memadukan unsur Tionghoa, Melayu, dan Eropa, menciptakan gaya Peranakan (atau Baba Nyonya) yang unik.
Kami sempat gagal masuk di hari pertama karena terlalu ramai (weekend memang selalu penuh!). Tapi di hari terakhir, kami kembali—kali ini dengan menyewa kostum kebaya dari toko di dalam mansion ini untuk foto ala nyonya-nyonya jaman kolonial.

Malam Terakhir: Pesta Street Food & Ke Bandara
Malam hari, kami menjelajahi night street food market di sekitar hotel. Antrian panjang di Chong Charcoal Seafood Char Koay Teow langsung menarik perhatian —Char Koay Teow-nya di masak pakai arang; smoky, gurih, dan penuh udang besar!
“Ini bukan char koay teow biasa—ini wok hei level dewa!”
Itulah kalimat yang terus terngiang setelah kami mencicipi Chong Charcoal Seafood Char Koay Teow, salah satu warung kaki lima paling ikonik di George Town, Penang. Antriannya panjang, panasnya menyengat, tapi rasanya… worth every single bite.

Tak hanya itu, kami juga memesan:
- Sate Babi & Usus – Empuk dan bumbu kacangnya gurih manis.
- Asam Laksa – Kuahnya asam-pedas segar, bikin melek!
- Ikan Pari Bakar – Dagingnya lembut, sausnya meresap sempurna.

Sambil menikmati makanan, kami minum es limau dingin.
Jam 10:30 malam, waktunya pamit dari Penang. Kami naik Grab menuju bandara untuk mengejar penerbangan jam 1 AM kembali ke Hong Kong.

— THE END —
Terima kasih, Penang! Sampai jumpa lagi! ✈️🍜🍢😋