Gowes Santai di Jalur Syahdu Nanggulan: Sawah Hijau, Jalur Mulus, dan Kopi dengan View Menoreh
Pagi itu, matahari baru saja mulai hangat ketika aku mulai mengayuh sepeda menuju Jalur Syahdu di Nanggulan, Kulon Progo. Jalur ini sempat populer sebagai “Jalur Gowes Luna Maya” karena artis tersebut pernah bersepeda di sini. Meski sekarang tak seramai dulu, justru itu yang bikin jalur ini tetap asyik untuk gowes santai.
Menyusuri Jembatan Talang Bowong yang Ikonik
Jembatan Talang Bowong, dengan konstruksi besi kokoh berwarna biru, membentang di atas Sungai Bogowonto. Saat melintas, desiran air sungai di bawahnya seolah mengiringi setiap kayuhan. Dari atas jembatan, pemandangan aliran sungai yang jernih dan aktivitas warga yang sedang memancing atau mencuci terlihat begitu hidup. Aku berhenti sejenak di tengah jembatan, mengabadikan momen dengan latar belakang hijaunya pepohonan di sepanjang sungai.

Memasuki Jalur Syahdu: Sawah, Gunung, dan Udara Segar
Setelah melewati jembatan, jalur mulai masuk ke area persawahan. Di sini, Gunung Merapi dan Merbabu terlihat jelas di ufuk timur, seolah menyambut setiap pesepeda yang lewat. Spot sekitar Bendungan Nanggulan menjadi favoritku untuk beristirahat sejenak. Duduk di pinggir sawah, menikmati bekal buah sambil memandang dua gunung yang gagah dengan latar hamparan padi hijau—pemandangan yang langsung menghilangkan lelah.

Sawah Hijau dan Udara Segar
Sepanjang jalan, pemandangan sawah menghampar hijau menyambut. Jalurnya mulus, landai, dan dikelilingi oleh pepohonan rindang, membuat perjalanan terasa begitu nyaman. Suara burung-burung dan gemericik air irigasi kecil seolah jadi musik alam yang menemani setiap kayuhan. Beberapa petani terlihat sibuk bekerja, sesekali melambaikan tangan ramah.

Jalur Sepeda yang Nyaman
Yang bikin betah, jalur ini memang didesain untuk pesepeda. Tidak terlalu banyak tanjakan tajam, cocok untuk pemula atau yang ingin bersepeda sambil menikmati pemandangan.

Beberapa spot foto bisa jadi tempat berhenti sejenak. Aku pun tak lupa mengabadikan momen dengan latar belakang persawahan dan bukit-bukit kecil di kejauhan.

Istirahat di Warung Geblek Pari & Geblek Menoreh View
Setelah puas mengayuh, aku mengakhiri perjalanan di Warung Geblek Pari & Geblek Menoreh View. Warung ini terkenal karena menyajikan geblek, makanan khas Kulon Progo berupa olahan tepung singkong yang digoreng. Aku memesan geblek hangat plus secangkir kopi lokal yang aromanya menggugah selera dan makanan angkringannya.

Duduk di teras warung, pandangan langsung tertuju ke Bukit Menoreh yang membentang megah. Kabut tipis masih menyelimuti puncaknya, menambah kesan syahdu. Suasana tenang, hanya ditemani gemericik air dari kolam kecil di sekitar warung. Benar-benar tempat yang pas untuk melepas penat sambil menikmati hasil bumi Kulon Progo.

Penutup
Gowes di Jalur Syahdu Nanggulan memang selalu bikin rindu. Kombinasi jalan sepeda yang nyaman, pemandangan alam memesona, dan kuliner lokal yang menggoda bikin acara bersepeda jadi lebih berkesan. Kalau ke Jogja lagi, pasti akan kuulangi rute ini!
Ada yang pernah mencoba jalur ini juga? Atau punya rekomendasi rute gowes seru lainnya di Jogja? 🚴♂️☕