Petualangan 5 Hari di Almaty: Menggali Keindahan Kazakhstan

Hari 1: Layover di Beijing & Bebek Peking Quanjude (22 November 2025)

Perjalanan di mulai dari Bandara Hong Kong, saat pesawat China Southern Airlines CZ5010 melesat meninggalkan bumi tepat pukul 08.30 pagi. Sekitar hampir 4 jam kemudian, kami mendarat di Beijing Daxing Airport yang megah.

Dengan waktu transit 8 jam sebelum pesawat kami berikutnya ke Almaty, kami memutuskan untuk mencuri sedikit waktu explore kota Beijing.

Wangfujing ramai dengan suasana khas Tiongkok modern. Tujuan kami jelas: restoran legendaris, Quanjude. Aroma gurih bebek panggang menyambut kami. Saat kulit bebek yang kecoklatan dan renyah itu disayat, diselimuti kulit lumpia tipis dengan mentimun, daun bawang, dan saus hoisin, kami tahu ini adalah momen yang sempurna. Gigitan pertama itu seperti festival rasa di mulut.

Setelah kenyang, kami berjalan-jalan sebentar di pusat belanja Wangfujing sebelum kembali naik metro subway menuju bandara. Perjalanan kami lanjutkan dengan pesawat CZ5097, sekitar 5 jam penerbangan menuju Almaty. Pukul 21.40, pesawat mendarat mulus di Bandara Almaty pada malam yang bersuhu sejuk. Setelah mengaktifkan nomor SIM card lokal, dengan mudah, kami memesan taksi via aplikasi Yandex Go dan langsung menuju Novotel Living Jetisu Almaty.

Setelah check-in dan sampai di kamar, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Karena rasa penasaran dan energi yang masih tersisa, meski udaranya dingin, kami memutuskan untuk tidak langsung beristirahat.

Lokasi Novotel Living yang sangat strategis, berada tepat di dekat Arbat Street, memudahkan kami. Jalan pedestrian yang terkenal itu masih cukup ramai meski sudah larut. Lampu-lampu menghiasi jalanan, toko-toko kecil masih buka, dan suasana malam kota Almaty menyambut kami dengan hangatnya, menawarkan sekilas kehidupannya yang berdenyut. Sentuhan pertama kami dengan kota ini di tengah hawa sejuk tapi menunjukan suhu 0°C terasa begitu segar dan menggugah selera untuk petualangan esok hari.

Hari 2: Big Almaty Lake, Navat Restaurant, 1st Presidential Park, Kok Tobe

Hari dimulai dengan semangat yang membara. Private guide kami, Vladimir, sudah menunggu jam 8 pagi di lobby hotel.

Perjalanan menuju Big Almaty Lake sungguh memukau. Mobil meliuk-liuk menanjak, dikelilingi pegunungan Tien Shan yang perkasa. Kami sampai di pos pemeriksaan dan berjalan kaki sebentar sebelum naik Jeep 4×4 yang sudah menunggu untuk membawa kami ke view point.

Dan saat kami tiba, kami terdiam. Sebuah danau berwarna biru pirus yang intens, bagai permata yang disetting sempurna di antara puncak-puncak gunung yang bersalju, terbentang di hadapan.

Kami berpindah-pindah spot untuk menangkap sudut terbaik, dan bahkan sempat mendekat tidak jauh dari tepian danau. Dinginnya udara dan heningnya pemandangan di sana terasa begitu magis.

Setelah puas, kami turun kembali ke kota dengan perut yang sudah lapar. Vladimir mengantarkan kami ke Restoran Navat yang terkenal autentik, dekat 1st Presidential Park. Atas rekomendasinya, kami memulai makan siang dengan 2 gelas kecil Ayran, sejenis butter milk yang segar dan sedikit asin, sempurna untuk membangkitkan selera.

Hidangan utama yang ia sarankan, Lagman, segera tiba. Mi yang kenyal direbus dengan kuah gurih berisi daging dan sayuran, hangat dan sangat memuaskan. Namun, kejutan terbesar datang dari Fried Eggplant Salad (Bishkek). Irisan terong yang digoreng dengan sempurna, lembut di dalam dan garing di luar, disajikan dengan saus yang sedap. Hidangan ini, di luar perkiraan, langsung menjadi salah satu favorit kami pada hari pertama di Almaty ini! Kami juga mencoba dumpling khas mereka, baik yang digoreng maupun dikukus, yang kulitnya tipis dan isinya beraroma. 

Puncak makan siang kami adalah hidangan penutup manis: donat kecil (yang kami tahu kemudian namanya ‘baursak’) yang hangat dan empuk. Donat ini disajikan untuk dicelupkan ke dalam saus krim asam kental yang segar dan madu yang manis alami. Kombinasi rasa gurih, asam, dan manisnya sungguh memanjakan lidah dan mengenyangkan, sangat cocok dinikmati sambil minum teh khas lokal.

Setelah benar-benar kenyang, kami berjalan sebentar di 1st Presidential Park yang tertata rapi untuk mencerna semua kenikmatan itu.

Private tour bersama Vladimir hari ini berakhir dan kemudian kami minta untuk menurunkan kami di pintu masuk Kok Tobe Cable Car.

Kami naik kereta gantung menuju puncak bukit untuk menikmati senja.

Di atas, kami menjelajahi area Kok Tobe, berfoto dengan patung The Beatles yang ikonik, dan menikmati pemandangan kota Almaty.

Namun, tidak banyak aktivitas lain yang bisa kami nikmati di sana, jadi setelah puas berkeliling, kami memutuskan untuk merasakan pengalaman lokal dengan menaiki public bus kembali ke pusat kota.

Malam itu kami akhiri dengan makan malam sederhana di sepanjang Jalan Arbat, sebuah pedestrian street yang ramai di dekat hotel kami.

Besok pagi, petualangan baru menanti: sebuah group tour ke Charyn Canyon dan beberapa danau di luar kota Almaty akan dimulai pagi-pagi sekali!

Hari Ketiga: Menyusuri Jejak Sang Pencipta di Charyn, Moon & Black Canyon dan Kolsay & Kaindy Lake

Pukul 05.00: Berangkat dalam Gelombang Pagi Buta
Dengan mata yang masih berat, kami bersiap dan turun ke lobi hotel Novotel. Sebuah minibus sudah menunggu, di dalamnya beberapa traveler lain dengan ekspresi yang sama—mengantuk, namun bersemangat. Tour guide kami, seorang lokal bernama Luba, dari perusahaan tour @kazguidedtours menyambut dengan hangat. Mobil pun meluncur, meninggalkan gemerlap Almaty yang masih tertidur.

Pukul 09.30: Terpana di “Negeri Cinderella” Charyn Canyon
Setelah perjalanan sekitar empat jam melalui hamparan pegunungan dan padang rumput yang membeku, kami tiba di tujuan pertama: Charyn Canyon. Matahari pagi mulai menghangatkan tebing-tebingnya yang berwarna karin, oranye, dan coklat. Rasanya seperti berdiri di planet lain.

Guide kami, Luba, membawa kami berjalan menyusuri Valley of Castles, di mana angin selama ribuan tahun telah memahat batu menjadi menara-menara dan benteng yang megah.

Tidak jauh dengan mengendarai mobil, kami juga sempat mengunjungi Moon Canyon dan Black Canyon yang lebih sempit mengapit sebuah sungai yang airnya kelihatan sangat bening dan masih mengalir deras, memberikan nuansa misterius yang berbeda.

Pukul 11:00: Makan Siang Penuh Kehangatan di Rumah Warga Saty

Dengan perut yang sudah hampir keroncongan akhirnya waktunya makan siang! Kami di bawa beristirahat di sebuah rumah penduduk lokal di desa Saty.

Kami disambut oleh keluarga pemilik rumah. Di dalam ruangan yang hangat dengan hiasan Kazakh tradisional, kami duduk di meja makan besar dan menikmati makan siang prasmanan yang penuh dengan macam-macam jenis makanan yang warna-warni dan kelihatannya lezat.

Ada daging ayam dan sapi yang empuk, salad segar, Qurt (keju bola), roti tradisional, dan teh panas yang terus mengalir, sungguh sebuah experience merasakan keramahan Kazakhstan yang sesungguhnya.

Pukul 13:30: Berdialog dengan Ketenangan di Kolsay Lake
Perjalanan dilanjutkan menuju Kolsay Lake. Danau pertama dari tiga danau di rantai Kolsay ini tersembunyi di antara hutan pinus. Warnanya adalah biru kehijauan yang jernih dan tenang, memantulkan pepohonan dan puncak gunung di sekitarnya.

Berbeda dengan Charyn yang perkasa, Kolsay menawarkan kedamaian yang mendalam. Kami pun menyusurinya lebih dekat, turun melewati tangga kayu hingga sampai ke bibir danau.

Udara yang segar dan pemandangan yang memesona membuat setiap langkah terasa ringan.

Pukul 15:30: Petualangan Akhir yang Tak Terlupakan Menuju Kaindy Lake
Inilah momen paling berkesan dan penuh adrenalin. Dari Kolsay, kami harus berganti mobil menjadi Bus 4×4 tua yang tangguh untuk menempuh jalan off-road yang ekstrem.

Mobil terombang-ambing, melewati bebatuan dan lereng yang curam. Setelah sekitar 30 menit, perjalanan belum selesai. Kami sampai di sebuah titik dan harus menyewa kuda untuk menempuh sisa perjalanan yang tidak bisa dilalui kendaraan.

Dengan ditemani pawang kuda, kami menunggangi kuda yang santai menyusuri jalur setapak di hutan. Suasana hening, hanya terdengar derap kaki kuda dan desau angin. Lalu, tibalah kami di sana: Kaindy Lake.

Pemandangan yang membentang membuat kami tidak bisa berkata-kata. Danau berwarna biru pucat yang cantik ini dikelilingi oleh hutan pinus yang “tenggelam”.

Batang-batang pohon kering yang runcing menjulang dari permukaan air seperti hantu-hantu yang anggun, sisa-sisa dari tanah longsor besar yang menciptakan danau ini lebih dari seabad yang lalu. Suasana di sini sangat magis, sunyi, dan sedikit misterius. Dinginnya udara sore semakin menambah kesan dramatis. Ini adalah mahakarya alam yang menyimpan seribu cerita, dan kami merasa sangat beruntung bisa menyaksikannya langsung.

Pukul 17:30 : Perjalanan kembali ke Almaty
Dengan tubuh yang letih namun jiwa yang meluap-luap, kami memulai perjalanan panjang kembali ke Almaty.

Dalam kegelapan malam di dalam minibus, kami memejamkan mata, mencoba mengukir kembali setiap memori indah hari ini: kemegahan Charyn, kedamaian Kolsay, keramahan di desa Saty, dan keajaiban magis Kaindy. Hari ini bukan sekadar tur, tapi sebuah perjalanan yang menyentuh jiwa, mengingatkan kami betapa luar biasanya ciptaan Tuhan di Kazakhstan ini.

Pukul 21:30 : Tiba di Hotel kami

Hari 4: Ketenangan di Ketinggian & Bermain Salju di Shymbulak

Setelah petualangan panjang ke ngarai kemarin, hari keempat kami rancang dengan tempo yang lebih santai. Bahkan, kami sempatkan untuk memanfaatkan fasilitas gym di Novotel Living pagi itu, menggerakkan badan sambil menikmati pemandangan kota Almaty dari jendela tinggi.

Setelah mandi dan bersiap, kami memutuskan untuk berbaur dengan kehidupan warga lokal.

Dari halte dekat hotel, kami memberanikan diri naik public bus nomor 12. Perjalanan dengan bus umum ini ternyata mudah dan menyenangkan, membawa kami menyusuri jalanan kota hingga tiba di Medeu Cable Car Station.

Kami segera membeli tiket untuk naik menuju Shymbulak Ski Resort. Perjalanan dengan cable car ini sendiri sudah merupakan sebuah atraksi.

Kabin kami bergerak perlahan meninggalkan stasiun, membawa kami melayang di atas lembah yang hijau, dengan pemandangan Istana Skating Medeu yang legendaris di bawah semakin mengecil.

Kami turun di stage pertama (Shymbulak Resort). Suasana di sini sudah terasa seperti dunia lain yang damai. Alih-alih langsung naik ke puncak, kami memutuskan untuk bersantai sejenak. Kami menemukan Gusto, sebuah restoran outdoor dengan teras yang menghadap langsung ke lereng gunung dan jalur cable car.

Kami memesan secangkir kopi hangat dan duduk bersandar, menikmati setiap teguk sambil memandang cable car yang lalu-lalang di against backdrop puncak-puncak bersalju. Yang mengejutkan, udara di ketinggian ini terasa cukup hangat dan nyaman diterpa sinar matahari, membuat momen “ngopi cantik” kami semakin sempurna.

Setelah puas, kami melanjutkan perjalanan dengan naik cable car lagi menuju stage kedua. Sayangnya, stage ketiga masih ditutup pada saat kunjungan kami, jadi ini adalah titik tertinggi yang bisa kami jelajahi.

Perbedaan suasana langsung terasa saat kami tiba. Udara yang menusuk dingin menyambut, dan pemandangan berubah menjadi hamparan putih yang memesona. Inilah kerajaan salju yang kami nantikan! Kami berjalan-jalan di area tersebut, kaki kami menapak dalam di salju yang lembut. Dinginnya udara sama sekali tidak mengurungkan niat kami untuk menikmati setiap detik di puncak dunia ini.

Setelah puas dan hari mulai sore, kami pun memulai perjalanan turun. Kembali dengan cable car, lalu menaiki bus nomor 12 yang sama yang mengantarkan kami pulang ke hotel.

Setelah melepas jaket dan barang-barang, petualangan kami belum berakhir. Kami melanjutkan untuk mengeksplorasi Green Bazaar. Pasar tradisional yang penuh warna ini menawarkan sensasi yang berbeda; dari aroma rempah-rempah, buah-buahan kering, hingga keramahan para penjual.

Dari sana, kami berjalan kaki menuju Panfilov Park.

Senja mulai tiba, menyapu langit dengan warna jingga lembut yang kontras dengan sembilan kubah emas Ascension Cathedral yang megah. Kami menghabiskan waktu dengan duduk di bangku taman, mengamati warga lokal yang lalu lalang, dan merasakan kedamaian yang menyelimuti area tersebut. Suasana senja di depan gereja yang cantik itu adalah momen tenang yang sempurna sebelum kami mengakhiri hari.

Seperti malam sebelumnya, kami pun berjalan ke sekitar Arbat Street lagi untuk mencari tempat makan malam, tapi akhirnya kami memesan makanan via online (Yandex food) dan makan malam santai di kamar sambil menikmati malam terakhir di Almaty.

Hari 5: Ketengan Spiritual, Seni, dan Pamit pada Almaty (26 November 2025)

Hari terakhir kami di Almaty dimulai dengan tempo yang pelan dan penuh kesadaran. Kami bangun tanpa alarm, menikmati cahaya pagi yang menyelinap masuk ke kamar Novotel Living. Ritual pagi kami adalah sarapan intim di dalam kamar, memasak telur dan roti panggang dari bahan sisa belanjaan, menikmati momen kebersamaan yang sederhana namun berkesan.

Setelah check out dari hotel dan menitipkan koper, kami memutuskan untuk merasakan suasana berbeda dari tempat yang sudah kami kunjungi. Karena sebelumnya hanya sempat melihat Ascension Cathedral di kala senja dan malam, kami pun kembali ke Panfilov Park pagi itu.

Sungguh berbeda nuansanya! Sinar matahari pagi menyinari kubah-kubah emas gereja itu dengan cahaya keemasan, menciptakan siluet yang menakjubkan. Kali ini, kami tidak hanya mengagumi dari luar. Kami memutuskan untuk masuk ke dalam gereja, menjelajahi interiornya yang khidmat dengan ikon-ikon Orthodox yang megah.

Dalam keheningan yang syahdu, kami menyempatkan diri untuk berdoa sejenak, merasakan kedamaian yang menyelimuti ruang tersebut.

Dari sana, kami berjalan kaki ke Astana Square yang berada di seberangnya, menikmati suasana pagi yang cerah dan aktivitas warga kota yang mulai ramai.

Dengan hati yang tenang, kami kemudian melanjutkan perjalanan budaya dengan naik public bus menuju Almaty Museum of Art.

Museum yang ternyata baru saja diresmikan beberapa bulan lalu ini menyambut kami dengan arsitektur yang modern.

Setelah membayar tiket 2000 KZT per orang, kami menelusuri berbagai hall di lantai 1 dan 2, mengagumi perpaduan menarik antara karya seniman lokal Kazakhstan dan seniman dunia.

Saatnya makan siang! Kali ini, kami memilih untuk merasakan pengalaman transportasi yang berbeda.

Kami menaiki bus menuju stasiun metro Almaty, dan memutuskan untuk mencoba metro Almaty dari stasiun Almaty ke stasiun Zhibek Zholy.

Begitu turun ke dalam stasiun, kami langsung terpukau. Interiornya begitu megah dan bersih, bagai istana bawah tanah dengan lampu gantung yang elegan, pilar-pilar marmer, dan ornamen-ornamen artistik yang memanjakan mata.

Kami benar-benar kagum dengan keindahan dan efisiensinya.
Dari stasiun Zhibek Zholy, kami berjalan kaki singkat menuju Restoran Shipudim. Tempat yang populer ini menghidangkan berbagai jenis shashlik yang dipanggang sempurna—juicy, beraroma smokey, dan sangat memuaskan. Rasanya semakin nikmat setelah petualangan kami menggunakan metro tadi.

Masih ada sisa waktu sebelum penerbangan, jadi kami memanggil taksi via Yandex Go untuk mengunjungi Almaty Central Mosque yang megah, melengkapi ziarah spiritual kami pagi itu dengan keindahan arsitektur Islam.

Kami kembali ke hotel untuk menyegarkan diri di ruang sauna sebelum akhirnya berpamitan dan memanggil taxi online melalui Aplikasi Yandex Go menuju airport.

Petualangan indah kami di Kazakhstan pun ditutup dengan penerbangan China Southern Airlines CZ5098 pukul 23:15 dari Bandara Almaty, transit singkat di Beijing, dan kemudian penerbangan CZ335 pukul 09.15 yang membawa kami pulang ke Hong Kong.

Sebuah perjalanan yang sempurna, dan kami yakin akan kembali untuk mengeksplor lebih banyak lagi keindahan Kazakhstan, negeri yang memesona ini.

Itinerary Summary :

22 November 2025

  • Flight : Hong Kong – Beijing at 8:15AM
  • Layover at Beijing (Wangfujing, Quanjude)
  • Flight : Beijing – Almaty at 18:50PM
  • Check in : Novotel Living Jetisu Almaty
  • Arbat Street (late dinner)

23 November 2025

  • Half day Private tour (Vladimir: ‪+7 747 233 6433‬) ke Big Almaty Lake by car
  • Navat Restaurant
  • 1st President Park
  • Hotel Kazakstan
  • Kok Tobe (Cable Car ticket one way 4500 KZT / person & Kok Tobe Bus 2000 KZT / person)
  • Ascension Cathedral at Panfilov Park
  • Arbat Street

24 November 2025

  • Group Tour (Hotel pick up at 5 AM) to Charyn, Moon, Black Canyon + Lunch + Kolsay & Kaindy Lake — instagram: @kazguidedtours
  • Back to Hotel at 21:30 PM

25 November 2025

  • Medeu Cable car station ( Cable car return Ticket: 6500 KZT / person)
  • Symbulak Ski Resort
  • Green Bazaar
  • Ascension Cathedral at Panfilov Park
  • Arbat Street

26 November 2025

  • Ascension Cathedral at Panfilov Park
  • Astana Square
  • Almaty Art Museum (Tiket masuk: 2000 KZT / person)
  • Almaty Central Mosque
  • Almaty – Beijing flight at 23:15PM

26 November 2025

  • Beijing – Hong Kong flight at 9:15AM
  • Arrived Hong Kong at 12:50PM

Tinggalkan komentar