Transit 2 jam di Rovaniemi—Akhirnya Menginjakkan Kaki di Santa Claus Village!

Perjalanan pulang kami dari Tromsø ke Hong Kong ternyata menyimpan kejutan tak terduga yang bikin hari terakhir makin berkesan.

Kami terbang dari Tromsø menuju Helsinki dengan transit di Bandara Rovaniemi selama 2.5 jam. Awalnya kami pikir cuma nongkrong di bandara sambil nunggu pesawat selanjutnya. Tapi begitu lihat jam dan ngecek Google Maps, kami sadar: Bandara Rovaniemi itu cuma 3 km dari Santa Claus Village! . Jarak tempuh cuma 15 menit!

Tanpa berpikir panjang, kami langsung putuskan untuk cabut ke Santa Claus Village!

Kami buru-buru ambil taksi di luar bandara. Sopirnya ramah, dan bener aja, dalam waktu 15 menit kami udah sampai di gerbang masuk Santa Claus Village . Dan begitu turun dari taksi, perasaan kami campur aduk—antara nggak percaya, haru, dan senang banget.

Rasanya kayak mimpi—beberapa jam lalu kami masih di Tromsø, sekarang tiba-tiba sudah menginjakkan kaki di tempat yang selama ini cuma kami lihat di film dan kartun.

Akhirnya! Akhirnya kami bisa berdiri di sini—di kampung halaman Santa Claus yang resmi diakui PBB sejak 1995 . Salju di bawah kaki, udara dingin yang menusuk, dan lampu-lampu Natal di mana-mana—semuanya terasa seperti dongeng yang jadi nyata.

Menjelajah Santa Claus Village dalam 1 Jam

Waktu cuma 1.5 jam, jadi kami harus gercep! Kami segera masuk dan mulai eksplorasi area ini yang ternyata cukup luas. Santa Claus Village adalah kompleks bangunan kayu, terletak persis di atas Garis Arktik (Arctic Circle)—ada garis putih yang melintang di area terbuka sebagai penanda .

Yang sempat kami lihat dan kunjungi:

  1. Arctic Circle Line — Di area tengah, ada garis putih melintang yang menandakan lingkaran Arktik (66°32’35” N) . Kami sempat foto di sini, meski buru-buru. Berdiri tepat di atas garis ini rasanya spesial—seperti melewati batas menuju dunia yang berbeda. Ini adalah garis lintang di mana matahari tidak terbenam saat summer solstice dan tidak terbit saat winter solstice—keren banget!
  2. Santa’s Main Post Office — Kami mampir ke kantor pos utama Santa yang super ramai.
  3. Toko Souvenir — Kami sempat masuk ke beberapa toko yang menjual berbagai merchandise Natal: ornamen, topi Santa, patung troll, dan tentu saja produk khas Lapland seperti pisau Finlandia (Marttiini) dan kulit rusa . Harganya bervariasi, tapi suasananya benar-benar Natal banget. Kami sempat beli magnet kulkas kecil buat oleh-oleh—biar ada bukti kalau kami benar-benar pernah ke sini.
  4. Melihat Santa dari Jauh — Kami sempat lihat antrian panjang di Santa Claus Office. Sayangnya, waktu nggak cukup buat antri foto bareng Santa (antriannya bisa 1-2 jam di musim ramai). Tapi dari dalam toko souvenir, kami sempat lihat sekilas Santa Claus—dengan jubah merah dan janggut putih lebat—sehabis foto dengan salah satu pengunjung, Walaupun hanya sekejap melihat Santa secara langsung di kampung halamannya sendiri… rasanya nggak bisa digambarkan dengan kata-kata. By the way, untuk cetak satu photo dengan Santa di banderol dengan harga Euro 50.
  5. Suasana Desa — Area ini dipenuhi bangunan kayu merah dengan atap bersalju, lampu-lampu Natal di mana-mana, dan ada juga kandang rusa di dekat situ . Meski cuma sebentar, suasananya bikin hati hangat. Setiap sudut terasa magis, seperti di film-film Natal.

Hot Dog Take Away dan Kembali ke Bandara

Setelah puas keliling, perut mulai keroncongan. Kami pesan hot dog take away dari salah satu kios di dalam desa. Lumayan buat ganjal perut sebelum lanjut perjalanan. Sambil nunggu pesanan, kami masih sempat memandangi desa ini untuk terakhir kalinya—berusaha mengabadikan setiap sudut di ingatan.

Lalu kami panggil taksi lagi dan balik ke bandara. Tepat waktu, nggak ketinggalan pesawat!

Tinggalkan komentar