Halong Bay: Semalam di Kapal Mewah dan Aktivitas Seru

Hari Pertama: Perjalanan Menuju Halong Bay dan Petualangan di Kapal

Pagi itu, kami berempat sudah siap dengan koper-koper kecil di lobi hotel di Hanoi, menunggu sopir dari Alisa Cruise yang akan mengantar kami ke Halong Bay. Pukul 07:30 tepat, mobil van kami tiba, dan perjalanan dimulai. Selama sekitar 3,5 jam, kami menikmati pemandangan pedesaan Vietnam yang hijau, dengan sawah terhampar dan perkampungan kecil di sepanjang jalan. Sekitar pukul 10:00, kami berhenti di sebuah pusat souvenir untuk sarapan. Tempat itu penuh dengan makanan khas Vietnam seperti banh com, banh ran, dan kopi Vietnam yang harum. Kami juga membeli beberapa oleh-oleh kecil sebelum melanjutkan perjalanan.

Pukul 12:15, kami akhirnya tiba di pelabuhan Halong Bay. Suasananya ramai dengan turis dari berbagai negara, dan pemandangan batu kapur raksasa yang menjulang di tengah teluk langsung memukau kami. Setelah check-in di meeting point Alisa Cruise, kami menunggu sebentar sebelum dipandu naik ke kapal. Alisa Premiere Cruise ternyata sangat elegan, dengan interior kayu klasik dan dek yang luas.

Kamar kabin Alisa Cruise yang ternyata jauh lebih mewah dari perkiraan kami. Begitu pintu kamar terbuka, kami langsung disambut dengan interior kayu klasik bernuansa hangat, dilengkapi tempat tidur king size yang empuk dengan sprei bersih dan hiasan bantal yang rapi. Kamarnya tidak terlalu besar, tetapi sangat nyaman dan tertata apik, dengan sentuhan modern yang tetap mempertahankan gaya tradisional Vietnam.

Hal pertama yang menarik perhatian kami adalah balkon pribadi yang langsung menghadap ke teluk. Pintu kaca geser besar membuka pemandangan langsung ke batu-batu kapur megah dan air biru kehijauan Halong Bay. Di balkon, ada dua kursi kayu kecil dan meja—tempat sempurna untuk menikmati kopi pagi atau sekadar duduk santai menikmati angin laut.

Setelah check in dan menaruh tas ransel dalam kamar, kami disambut dengan minuman segar dan langsung diajak makan siang dengan hidangan laut prasmanan yang lezat—ada udang bakar, cumi goreng tepung, dan beer Vietnam.

Setelah makan, kapal mulai berlayar menuju Titov Island. Kami mendaki tangga menuju puncak bukit, dan pemandangan dari atas benar-benar spektakuler.

Halong Bay terlihat seperti lukisan hidup dengan pulau-pulau kecil dan air biru kehijauan.

Beberapa dari kami memilih berenang di pantai bawahnya, sementara yang lain hanya duduk menikmati angin sepoi-sepoi.

Setelah kapal Alisa Cruise berlabuh di area yang tenang di Halong Bay, kami diberi pilihan untuk mencoba kayaking. Tanpa pikir panjang, kami bersiap untuk ikut aktifitas kayaking karena ingin pengalaman yang lebih aktif dan mendekati alam.

Kru kapal segera membagikan pelampung dan dayung, lalu memandu kami turun ke platform kecil di sisi kapal tempat kayak-kayak sudah siap digunakan. Aktivitas berikutnya adalah kayaking mengelilingi teluk kecil. Kami berpasangan, mendayung perlahan di antara tebing-tebing batu yang megah. Airnya begitu jernih dan tenang hingga kami kadang bisa melihat ikan kecil berenang di bawah.

Kembali ke kapal, kami bersantai di dek sambil menikmati sunset yang memerah di antara bukit-batu.

Malam harinya, makan malam dihidangkan dengan suasana romantis—lilin, musik lembut di akhiri dengan karaoke.

Setelah makan, kami mencoba squid fishing dengan alat sederhana sambil di dekati beberapa warga lokal dengan perahu kecil menawarkan souvenir dan makanan ringan.

Meski tidak ada yang berhasil menangkap cumi, tawa dan canda membuat momen itu tetap berkesan.

Sebelum tidur, kami mengikuti cooking class membuat spring roll Vietnam dan menikmati cocktail di bar kapal.

Hari Kedua: Sunrise Tai Chi, Sung Sot Cave, dan Kembali ke Hanoi

Kami sebenarnya berencana mengikuti Tai Chi di dek kapal pagi itu, tapi setelah dua hari penuh petualangan, tubuh kami butuh istirahat lebih dan cuaca pagi itu sepertinya turun hujan juga yang membuat kami makin enak tidurnya. Alih-alih bangun sebelum fajar, kami justru terbangun oleh cahaya lembut yang menyelinap melalui tirai jendela kabin.

Saat membukanya, pemandangan yang terhampar di depan mata langsung membuat kami terpana—Halong Bay di pagi hari benar-benar memesona.

Dari balkon kamar kami, udara segar berhembus pelan, membawa aroma laut yang asin tapi menyegarkan. Beberapa kapal pesiar lain terlihat berlabuh di kejauhan, dengan kabut tipis menyelimuti puncak-puncaknya, menciptakan suasana hampir seperti di negeri dongeng. Salah satu teman kami segera mengambil kamera dan mulai mengabadikan momen ini—setiap sudut terlihat seperti potret yang sempurna.

Karena tak ingin berlama-lama di kamar, kami memutuskan naik ke dek atas kapal untuk menikmati sarapan sekaligus pemandangan yang lebih luas. Begitu tiba di sana, ternyata dua teman kami yang lain sudah lebih dulu bangun dan sedang asyik berfoto dengan latar belakang kapal-kapal tradisional Vietnam (junk boats) yang berlayar perlahan di sekitar kami. Ada yang berwarna cokelat kayu klasik, ada juga yang putih dengan layar besar—setiap kapal terlihat unik dan fotogenik.

Kami pun bergabung, memesan kopi Vietnam panas dan jus segar dari kru, lalu duduk santai di kursi dek sambil menikmati sarapan ala kontinental—roti panggang, buah-buahan segar, telur dadar, dan pho mini. Sembari makan, kami mengobrol ringan dan sesekali tertawa melihat aksi teman kami yang bersemangat mencoba berbagai angle foto untuk mengabadikan pemandangan. Salah satu spot favorit adalah di ujung dek, dengan background bukit-batu dan kapal-kapal lain yang berjajar di kejauhan.

Meski melewatkan sesi Tai Chi, pagi itu justru terasa lebih spesial karena kesan santai dan intim yang kami dapatkan. Tidak terburu-buru, tidak ada jadwal ketat—hanya menikmati detik-detik terakhir di Halong Bay dengan cara kami sendiri.

Setelah sarapan, kapal membawa kami ke Sung Sot Cave (Gua Kejutan), salah satu gua terbesar di sini. Begitu masuk, kami terpesona oleh formasi stalaktit dan stalagmit yang terbentuk alami, dengan pencahayaan yang mempercantik setiap sudutnya. Beberapa bagian gua seperti ruangan raksasa dengan langit-langit tinggi, membuat kami merasa sangat kecil.

Pukul 10:30, waktunya check-out dari kapal. Kami mengucapkan selamat tinggal pada kru yang ramah dan kembali ke pelabuhan. Sopir kami sudah menunggu untuk membawa kami kembali ke Hanoi. Di perjalanan, kami masih membicarakan pengalaman seru selama di kapal—mulai dari pemandangan indah, makanan enak, hingga keseruan aktivitas-aktivitasnya. Sesampainya di Hanoi, kami masih punya waktu untuk menikmati Bun Cha sebelum bersiap naik kereta malam menuju Sapa. Perjalanan ke Halong Bay benar-benar menjadi salah satu highlight liburan kami—tempat yang wajib dikunjungi jika ke Vietnam!

Lanjut ke Petualangan Berikutnya: Trekking di Sapa!

Tinggalkan komentar