Ma Wan 1868: Hidden Gem di Hong Kong

Perjalanan Kami ke Ma Wan 1868

Hari itu, kami memutuskan untuk menjelajahi Ma Wan 1868, sebuah tempat wisata baru yang menarik di Pulau Park Island (Ma Wan) yang menggabungkan heritage dengan pemandangan pantai yang menakjubkan. Perjalanan kami dimulai dari Stasiun MTR Tung Chung, tempat kami berkumpul pagi-pagi dengan semangat penuh petualangan.

Tung Chung MTR ke Tsing Yi MTR

Dari Tung Chung, kami naik MTR Jalur Tung Chung menuju Tsing Yi. Perjalanan kereta berlangsung sekitar 20 menit, melewati pemandangan laut dan pegunungan yang memesona. Kami turun di Stasiun Tsing Yi dan langsung mencari pintu keluar menuju halte bus terdekat.

Naik Bus NR330 ke Park Island

Setelah sampai di Tsing Yi, kami berjalan ke halte bus NR330—bus khusus yang menuju Park Island (Ma Wan). Bus ini beroperasi dengan jadwal yang cukup sering, jadi kami tidak perlu menunggu lama.

Perjalanan dengan NR330 memakan waktu sekitar 15-20 menit, melewati Jembatan Tsing Ma yang megah sebelum akhirnya tiba di Park Island. Suasana di dalam bus cukup nyaman, dan kami menikmati pemandangan laut sepanjang perjalanan.

Tiba di Ma Wan 1868

Setelah turun di Park Island, kami berjalan kaki sekitar 10 menit menuju Ma Wan 1868. Tempat ini adalah bekas desa nelayan yang dipugar menjadi kawasan wisata dengan suasana vintage. Pemandangan laut dari sini sangat memukau!

Setibanya di Ma Wan 1868, kami langsung disambut oleh pemandangan unik—rumah-rumah tua berwarna-warni yang berdiri di sepanjang jalan.

Rumah Warna-Warni & Arsitektur Vintage

Memang yang paling mencolok dari Ma Wan 1868 ini adalah deretan rumah yang di revitalisasi dicat dengan warna-warna cerah—merah muda, biru pastel, kuning, hijau mint, dan ungu. Beberapa rumah masih mempertahankan struktur aslinya dengan atap genteng tradisional dan jendela kayu berukir, sementara bagian luarnya dipercantik dengan mural dan dekorasi kreatif.

Kami berjalan menyusuri jalan setapak yang dihiasi lentera kertas dan pot tanaman gantung, menciptakan suasana seperti di film-film nostalgia. Beberapa rumah difungsikan sebagai:

  • Kafe & Kedai Souvenir – Menjual makanan , minuman unik dan cenderamata bertema sejarah daerah Ma Wan.
  • Galeri Seni Mini – Memamerkan foto-foto lama Ma Wan dan dan ruang exhibition seni modern.

Spot Foto Instagramable

  • Bingkai foto cermin raksasa dengan refleksi jembatan Tsing Ma.
  • Spot foto wajib dengan tulisan “Ma Wan 1868” dan background bangunan warna warni.
  • Dinding mural bergambar yang artistik.

Ma Wan 1868 terletak persis di tepi pantai kecil, sehingga kami bisa menikmati hembusan angin laut sambil duduk di bangku-bangku yang tersedia, sayangnya saat itu cuaca sangat puanasss polll! Meski bukan pantai berpasir putih, pemandangan jembatan Tsing Ma,  perahu tradisional dan pegunungan di kejauhan sungguh memanjakan mata.

Ma Wan 1868 ibarat “hidden gem”—tempat yang sederhana namun penuh cerita, cocok untuk yang suka fotografi, sejarah, atau sekadar ingin melarikan diri dari keramaian kota.

Ada juga kafe dan toko suvenir lucu yang menjual cenderamata khas Hong Kong. Sementara ini banyak toko yang belum beroperasi, tapi dengan suasana yang masi sepi ini kami bisa puas berfoto-foto saat itu.

Setelah puas berkeliling, kami kembali ke halte bus NR330 untuk pulang ke Tsing Yi, lalu melanjutkan perjalanan dengan MTR ke Tung Chung.

Tips Perjalanan:

  • Cek jadwal NR330 karena frekuensinya tidak sebanyak bus lain.
  • Rute alternatif bisa naik Ferry dari Central Ferry Pier No.2 (kira-kira 30 menit)
  • Bawa Octopus Card untuk pembayaran yang lebih mudah.
  • Pakai sepatu nyaman karena ada sedikit jalan kaki.

Perjalanan ini benar-benar mengesankan dan cocok untuk yang suka wisata alam sekaligus sejarah! 🚆🚌🌊

Tinggalkan komentar